Suku Baduy Minta Dicoret Jokowi dari Daftar Destinasi Wisata  

Suku Baduy Minta Dicoret Jokowi dari Daftar Destinasi Wisata
Orang Baduy (Foto: Istimewa)

Provinsi Banten dikenal sebagai provinsi dengan banyak objek wisata. Mulai dari keindahan alam, hingga kekayaan budaya. Tidaklah heran bahwa jumlah wisatawan yang mengunjungi provinsi ini meningkat dari tahun ke tahun.

Salah satu kekayaan budaya yang menarik minat banyak wisatawan adalah masyarakat adat Baduy. Suku yang hidup di pedalaman Banten ini dianggap mempunyai daya tarik yang besar. Mereka terisolir dari dunia luar dan hidup menyatu dengan alam. Cara hidup mereka inilah yang menarik para wisatawan untuk melihat mereka dari dekat.

Suku Baduy Minta Dicoret Jokowi dari Daftar Destinasi Wisata
Seorang gadis Baduy sedang menenun (Foto: Jaringan Penulis)

Rupanya menjadi destinasi wisata tidaklah menyenangkan untuk warga Baduy. Kehadiran para wisatawan dan pedagang membawa masalah tersendiri. Mulai dari rusaknya lingkungan karena berserakkannya sampah plastik hingga mulai terkikisnya tatanan adat.

Dalam rangka menjaga kelestarian alam dan tatanan adat, masyarakat Baduy meminta Presiden Jokowi untuk mencabut predikat kawasan adat Baduy sebagai destinasi wisata. Sebagai gantinya, mereka meminta wilayah Baduy ditetapkan sebagai cagar alam dan cagar budaya. Permintaan itu mereka tuangkan dalam sebuah surat terbuka.

Suku Baduy Minta Dicoret Jokowi dari Daftar Destinasi Wisata
Pemuda Baduy (Foto: Banten News)

Permintaan itu diputuskan oleh Lembaga Adat Baduy dalam pertemuan di Desa Kanekes, Kecatam Leuwidamar, Lebak, Banten, Senin (6/7).

“Ini terjadi karena terlalu banyaknya wisatawan yang datang, ditambah banyak dari mereka yang tidak mengindahkan dan menjaga kelestarian alam, sehingga banyak tatanan dan tuntunan adat mulai terkikis dan tergerus oleh persinggungan tersebut,” kata Jaro Saidi, salah satu pemangku adat di Baduy.

Suku Baduy Minta Dicoret Jokowi dari Daftar Destinasi Wisata
Anak muda suku Baduy Dalam dan Luar (Foto: Liputan6.com)

Dalam pertemuan itu, mereka memberikan mandat kepada tim dari luar wilayah Baduy. Tim itu berisi 4 orang, yaitu Heru Nugroho, Henri Nurcahyo, Anton Nugroho, dan Fajar Yugaswara. Mereka dipercaya oleh Lembaga Adat Baduy untuk menyampaikan aspirasi dan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden, beberapa kementerian, dan perangkat daerah wilayah Banten.

Mandat disampaikan secara langsung oleh Jaro Tangtu Cikeusik, kerap disapa Jaro Alim, dan turut disaksikan oleh Puun Cikeusik dan Jaro Saidi. Selanjutnya diadakan pertemuan dengan lembaga adat Baduy, sekaligus memberikan mandat secara administratif kepada Heru Nugroho dan timnya. Mandat administratif tersebut diberikan langsung oleh Jaro Dangka (Jaro Aja), Jaro Madali (Pusat Jaro Tujuh), dan Jaro Saidi (Tanggungan Jaro Dua Belas).

Suku Baduy Minta Dicoret Jokowi dari Daftar Destinasi Wisata
Warga Baduy hidup menyatu dengan alam (Foto: Kompasiana)

“Karena kedekatan saya dengan masyarakat Baduy yang sudah terjalin sekian lama, mungkin saya diberikan kepercayaan oleh mereka (Pemangku Adat Baduy) untuk bisa menyampaikan aspirasi kepada Bapak Presiden melalui surat terbuka ini,” terang Heru Nugroho selaku Ketua Tim.

Dalam kesempatan itu, dia dan timnya menandatangani surat terbuka itu dan para pemangku adat Baduy membubuhkan cap jempol.

Suku Baduy Minta Dicoret Jokowi dari Daftar Destinasi Wisata
Rumah warga suku Baduy (Foto: Jaringan Penulis)

“Setelah proses ini rampung, saya dan tim akan membawa surat tersebut untuk kemudian dikirimkan kepada Presiden Joko widodo, Kementerian, dan Pemerintahan Banten. Harapannya semoga pemerintah kita mau mendengarkan aspirasi masyarakat Baduy dan mencari solusi terbaik bagi kelangsungan tatanan adat budaya Baduy,” katanya.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry