Siapa Bilang Bakso Selalu Bulat? Ini Ada “Bakso Tumpeng”, Lho!

Gurihnya bakso tumpeng
(Foto: netz.id)

Makan bakso bulat? Dengan ukuran yang biasa? Itu sudah biasa! Di banyak tempat, orang menjual bakso dengan bentuk dan ukuran yang biasa. Bulat dan kecil. Kalaupun agak besar, bakso itu tidak lebih besar daripada kepalan tangan.

Bagaimana jika bentuk dan ukuran bakso benar-benar berbeda? Tidak seperti biasanya? Bakso seperti itulah yang dijual di Lesehan Mbanyumili, Singosaren, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Namanya “bakso tumpeng”.

Gurihnya bakso tumpeng
Eko dan timnya sedang meracik bakso tumpeng (Foto: detik.com)

“Kenapa saya pilih bakso tumpeng? Karena kreasi ini belum ada di Yogyakarta. Dan ini juga sebagai ikon Merapi. Kan di sini deket dengan Gunung Merapi. Karena itu, bentuknya kerucut seperti gunung,” ungkap Eko Supriyanto seperti dilansir dari netz.id.

Sesuai dengan namanya, bakso itu berbentuk kerucut. Ukurannya tentu saja tidak kecil. Bahkan sangat besar untuk sebutir bakso pada umumnya. Oleh Eko, bakso ini disajikan bersama kuah gurih, mi kuning, potongan tahu goreng, seledri, dan bawang goreng. “Ide awal itu bermula dari 3 hari menjelang Idulfitri yang lalu,” katanya seperti dilansir dari tribunjogja.com.

Gurihnya bakso tumpeng
(Foto: YouTube)

Menariknya adalah bakso ini punya 3 jenis ukuran. Tidak ubahnya pakaian. Ada ukuran S, M, dan L. Isinya berbeda-beda sesuai dengan ukurannya. Isi bakso ukuran S, misalnya, adalah 1 butir telur ayam rebus. Yang berukuran M ada 2 butir. Sementara yang berukuran L lebih banyak lagi. Lebih dari 2 butir. Bahkan bisa sampai 10 butir.

Soal harga, kamu tidak perlu khawatir. Harganya sangat terjangkau. Dan harganya tergantung pada ukuran masing-masing bakso. Harga semangkuk bakso ukuran S adalah Rp15.000,00. Yang berukuran M Rp20.000,00. Dan yang berukuran L Rp25.000,00.

Gurihnya bakso tumpeng
(Foto: detik.com)

Sejak Juli 2017 itu, bakso ini menjadi buah bibir. Para pencinta kuliner mulai berdatangan ke Lesehan Mbanyumili hanya untuk menikmati bakso yang ukurannya sangat tidak biasa ini. Mereka datang dari berbagai daerah.

“Bakso tumpeng itu unik. Belum ada di mana-mana. Saya sampai cari-cari informasi di Instagram dan Facebook. Walau alamatnya agak jauh, tapi pas nyobain, rasanya ternyata enak,” kata Anang, salah seorang pengunjung Lesehan Mbayumili.

Gurihnya bakso tumpeng
(Foto: netz.id)

Sejak makin terkenal, Eko dan timnya harus menyiapkan lebih banyak bakso setiap hari. Dalam sehari, mereka bisa menjual lebih dari 200 mangkuk bakso. Biasanya mereka mulai berjualan pada jam 12 siang–jam 10 malam.

#YUKKpakeYUKK

 

 

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry