Sadari Ini: Selingkuh Emosional Lebih Menyakitkan!

Sadari Ini: Selingkuh Emosional Lebih Menyakitkan!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Berapa banyak pasangan yang bubar di tengah jalan? Berapa banyak rumah tangga yang hancur? Berapa banyak anak yang merasa tidak percaya diri dan hancur secara psikologis?

Selingkuh, sekecil apa pun, adalah sebuah bom waktu. Meledak kapan saja dan menghancurkan apa saja: pasangan, rumah tangga, harga diri, karier, dan sebagainya. Efek negatifnya besar.

Sadari Ini: Selingkuh Emosional Lebih Menyakitkan!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Selingkuh itu punya banyak wajah. Salah satunya adalah selingkuh emosional (emotional cheating). Dan selingkuh jenis ini dianggap lebih menyakitkan.

Menurut Robert Allan, Ph.D., L.M.F.T., asisten profesor terapi pasangan dan keluarga di University of Colorado, Denver, perselingkuhan emosional tidak melibatkan hubungan fisik. Selingkuh emosional adalah sebuah intimasi nonseksual dengan seseorang yang bukan merupakan pasangan. Dan intimasi seperti ini bisa saja terjadi dalam lingkungan pekerjaan.

Sadari Ini: Selingkuh Emosional Lebih Menyakitkan!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Sebuah selingkuh emosional ini terjadi ketika seseorang merasa nyaman berbagi masalah atau aktivitas sehari-hari dengan orang yang bukan pasangannya sambil berharap pasangannya tidak tahu. Misalnya, kamu merasa nyaman bertukar cerita dengan teman kantormu dan mengiriminya pesan singkat di luar jam kerja secara diam-diam. Dan kamu berharap bahwa rekan kerjamu ini tidak menceritakan aksi kecilmu itu kepada pasanganmu.

Menurut Allan, seperti dikutip YUKK dari self.com, tidaklah mudah untuk menjelaskan apa itu selingkuh emosional. Bisa saja terjadi bahwa pandangan orang tentang selingkuh berbeda-beda. Misalnya, seorang perempuan menganggap bahwa kedekatan hubungan emosional seorang lelaki dengan perempuan adalah sebuah ketidaksetiaan. Sementara itu, laki-laki menganggap selingkuh sebagai hubungan fisik seorang perempuan dengan lelaki lain.

Sadari Ini: Selingkuh Emosional Lebih Menyakitkan!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Mungkin memang salah satu pasangan tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain; tidak berjalan bersama sambil bergandengan tangan. Namun, intimasi emosionalnya dengan orang lain itu tetaplah disebut selingkuh. Itu bentuk ketidaksetiaan terhadap pasangan. Dan Allan menyebut selingkuh emosional sebagai attachment injury atau cedera cinta.

“Saya menyebut selingkuh emosional sebagai attachment injury. Saat membicarakan ini, kita akan tahu bahwa telah hubungan ini sudah dikhianati. Dan itu menyakitkan,” katanya.

Sadari Ini: Selingkuh Emosional Lebih Menyakitkan!
Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Selingkuh jenis ini jauh lebih berbahaya daripada selingkuh fisik. Mengapa? Karena selingkuh seperti ini melibatkan emosi yang mendalam. Dan kadang tidak disadari atau dianggap sebagai perselingkuhan karena tidak melibatkan kontak fisik.

“Sebenarnya tidak ada alasan mengapa orang melakukan selingkuh emosional. Namun, kadang ada banyak faktor yang membuat seseorang membutuhkan dukungan secara emosional dari orang lain di luar hubungannya. Pada awalnya, pasangan berusaha mencari itu di dalam hubungan, tapi tidak juga mendapatkannya,” jelas Allan.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry