Resmi! Ahmad Dhani Dipenjara 1,5 Tahun

Ahmad Dhani dipenjara 1,5 tahun
Ahmad Dhani di depan para hakim (Foto: Koran Jakarta)

Vonis sudah dijatuhkan. Ahmad Dhani dihukum dengan pidana penjara selama 1,5 tahun. Vonis itu dibacakan oleh Hakim Ketua Ramoho dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1) lalu.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo dengan hukuman penjara selama satu tahun enam bulan,” kata Hakim Ketua Ratmoho.

Ahmad Dhani dipenjara 1,5 tahun
Potongan twit Dhani (Foto: Tangkapan layar)

Vonis majelis hakim ini sebenarnya lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). JPU menunut Dhani dihukum 2 tahun penjara. Dhani, menurut penilaian hakim, melanggar Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUH. Mantan suami Maia Estianty itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan.

Majelis hakim menyita barang bukti berupa satu buah flash disk berisi screenshoot twit akun Twitter @AHMADDHANIPRAT, satu telepon seluler berikut sim card, akun Twitter @AHMADDHANIPRAST beserta e-mail.

Ahmad Dhani dipenjara 1,5 tahun
Dhani dibawa dengan mobil tahanan ke LP Cipinang (Foto: detikcom)

Ada tiga twit yang diperkarakan jaksa pada akun Twitter @AHMADDHANIPRAST. Twit yang diunggah pada rentang waktu Februari-Maret 2017 itu diduga berbau sentimen suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA). Kicauan-kicauan Dhani itu diunggah seorang yang bertugas sebagai tenaga administrasi bernama Suryopratomo Bimo. Dia digaji Rp2 juta per bulan.

Sementara itu, Dhani mengakui bahwa ia menulis hanya satu dari tiga twit yang diperkarakan, yakni twit yang diunggah pada 6 Maret 2017. Ia membantah menulis dua twit lainnya, yaitu yang diunggah pada 7 Februari 2017 dan 7 Maret 2017.

Dhani mengatakan bahwa twit yang diunggah pada 7 Februari ditulis oleh Fahrul Fauzi Putra, salah satu anggota tim suksesnya. Ketika itu, ia maju dalam Pilkada Kabupaten Bekasi sebagai calon wakil bupati. Dan Fahrul diberi kewenangan untuk memegang ponselnya. Saat itu, Sementara twit tertanggal 7 Maret ditulis oleh Ashabi Akhyar yang juga merupakan salah satu relawan yang mendukung dan mendapat wewenang untuk memegang ponselnya selama menjadi calon wakil bupati.

Dhani dan kedua relawan itu mengirimkan salinan kalimat melalui WhatsApp kepada Suryopratomo Bimo, tenaga administrasi akun @AHMADDHANIPRAST. Bimo kemudian mengunggah kalimat-kalimat itu ke dalam akun tersebut.

Ahmad Dhani dipenjara 1,5 tahun
Ahmad Dhani di dalam penjara bersama para tahanan lain (Foto: Twitter/Dhanil Simanjuntak)

Fahrul dan Ashabi kemudian menjadi saksi meringankan yang dihadirkan oleh tim kuasa hukum Dhani dengan saksi ahli hukum pidana dan ahli bahasa. Sebelum itu, tim jaksa penuntut umum telah menghadirkan beberapa saksi yang memberatkan terdakwa. Mereka adalah Jack Lapian, Danick Danoko, Retno Hendri Astuti, Natalia Dwi Lestari, Togar Harahap, Syawal, Suryopratomo Bimo, Wardoyo, dan Memet Indrawan. Jaksa juga menghadirkan saksi Ahli Hukum Pidana, Effendy Saragih, dan saksi Ahli ITE Digital Forensik, Saji Purwanto.

Kasus ini bermula ketika Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST. Kicauan itu dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dhani lalu dilaporkan oleh Jack Lapian yang merupakan pendiri BTP Networks dengan tuduhan ujaran kebencian. Dhani dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry