Presiden Jokowi: Chloroquine bukan Obat Utama Covid-19

News | 24 March 2020
Presiden Jokowi: Chloroquine bukan Obat Utama Covid-19
Pemerintah mendatangkan 3 juta Chloroquine untuk mengatasi Covid-19 (Foto: ANTARA)

Pemerintah Indonesia telah memboyong sebanyak 3 juta obat Chloroquine dan Avigan dalam usaha menyembuhkan pasien Covid-19 di tanah air yang jumlahnya dari hari ke hari semakin bertambah. Pemerintah memboyong Chloroquine karena obat itu telah digunakan China untuk mengatasi virus Corona. Diharapkan obat itu dapat menghambat pertumbuhan virus Corona dan menyembuhkan pasien Covid.

Perlu diketahui bahwa Chloroquine adalah obat yang telah digunakan dalam dunia medis sejak 70 tahun lalu. Dikenal pula dengan nama pil kina. Obat ini aman digunakan pada dosis rendah dan sedang. Namun, pada dosis tinggi, Chloroquine akan berubah menjadi racun.

“Saya sampaikan bahwa Chloroquine bukan obat first line, tapi second line,” kata Jokowi usai mengecek kesiapan Wisma Atlet yang akan digunakan sebagai rumah sakit darurat untuk menangani wabah corona, Senin (23/3) lalu. Pada umumnya, obat second line digunakan jika obat lini pertama tak bekerja maksimal untuk mengatasi penyakit.

Presiden Jokowi: Chloroquine bukan Obat Utama Covid-19
Ilustrasi Virus Corona (Foto: Freepik)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang mengatakan bahwa belum cukup bukti untuk menjadikan Chloroquine sebagai obat Covid-19. Dibutuhkan lebih banyak penelitian serta uji klinis yang lebih besar untuk memastikan efek Chloroquine pada pasien Covid-19.Namun, menurut Jokowi, dari pengalaman beberapa negara, Chloroquine dapat membantu menyembuhkan banyak pasien Covid-19.

“Banyak pasien Covid-19 yang sembuh [di negara-negara lain yang sudah mencoba] dan membaik kondisinya,” katanya.

Memang ada banyak pasien Covid-19 yang sembuh karena Chloroquine. Namun, Jokowi tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak memburu obat tersebut.

“Chloroquine bukan obat bebas,” tegasnya. Penggunaan obat harus dengan resep dokter.

Presiden Jokowi: Chloroquine bukan Obat Utama Covid-19
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Jokowi mengatakan bahwa pemerintah telah memiliki stok 3 juta Chloriquine. Obat akan diberikan sesuai rekomendasi dokter kepada pasien-pasien tertentu.

“Jadi, untuk pasien Covid-19 yang ada di rumah sakit, jika dianggap dokter cocok untuk mengonsumsi Chloroquine, maka obat pasti diberikan,” tegas Jokowi.Saat ini, obat itu tengah diproduksi oleh BUMN bidang farmasi, Kimia Farma.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry