Polisi Banting Pendemo; Begini Risiko Cedera Tulang Belakang

Polisi Banting Pendemo; Begini Risiko Cedera Tulang Belakang
Seorang mahasiswa dibanting polisi (Foto: Istimewa)

Sebuah video viral lewat jagat media. Video itu memperlihatkan dengan jelas bagaimana seorang polisi membanting seorang seorang mahasiswa yang berdemonstrasi pada perayaan HUT Kabupaten Tangerang ke-389 di Kantor Bupati Tangerang. Mahasiswa bernama Faris itu jatuh dengan punggung menghantam lantai. Beberapa saat kemudian, dia kejang-kejang.

Video itu dengan cepat menyebar melalui Twitter. Dengan segera kecaman dan kritikan pedas kepada lembaga kepolisian dilontarkan. Pasalnya aksi polisi itu sangat berbahaya.

Polisi Banting Pendemo; Begini Risiko Cedera Tulang Belakang
Ilustrasi (Foto: iStock)

“Cedera pada saraf tulang belakang merupakan salah satu kegawatdaruratan. Yang ditakutkan adalah adanya fraktur (patah tulang belakang), sehingga mencederai sarafnya. Misalnya, bila cedera di daerah leher, bisa mengakibatkan kelumpuhan kedua lengan dan kedua tungkai. Bila di pinggang, bisa lumpuh di kedua tungkai,” kata dr. Irawati, SpS dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) seperti dikutip YUKK dari detikcom.

Faris memang mengaku baik-baik saja setelah bantingan itu. Namun, dr. Irawati mengatakan bahwa tetap harus dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kemungkinan adanya cedera lain pada tulang belakang yang tidak dirasakan atau tak terlihat.

“Tanyakan keluhannya, foto rontgen tulang belakang; bila curiga ada cedera saraf, dilakukan MRI spine,” saran dr Irawati.

Polisi Banting Pendemo; Begini Risiko Cedera Tulang Belakang
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Jika ada cedera pada saraf tulang belakang, akan langsung muncul gejalanya. Jika korban merasa ‘baik-baik saja’, kemungkinannya adalah cedera atau memar otot.

“Tidak ada hubungan kejang-kejang dengan cedera tulang belakang, kecuali memang sebelumnya ada penyakit epilepsi, sehingga rasa takut atau stres memicu kejangnya,” jelasnya.

Polisi Banting Pendemo; Begini Risiko Cedera Tulang Belakang
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Jika mahasiswa yang dibanting itu kejang-kejang, ada tindakan penanganan yang tepat.

“Seandainya benar kejang, maka segera miringkan badannya, lindungi kepalanya, jangan masukkan apapun ke dalam mulutnya, jangan menahan-nahan gerakannya, biarkan kejang berlangsung sambil dihitung lamanya durasi kejang,” katanya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry