Perempuan, Pembalutmu Bisa Mencemari Lingkungan

pembalut bisa mencemari lingkungan
Pembalut (Foto: Shutterstock)

Dalam sehari, ketika sedang mengalami menstruasi, seorang perempuan bisa menggunakan lebih dari satu buah pembalut. Pada umumnya sekitar 5 buah pembalut. Jika menstruasi berlangsung selama 7 hari, maka pembalut yang digunakan sekitar 35 buah. Itu berarti bahwa dalam setahun seorang perempuan bisa menghabiskan lebih dari 400 buah pembalut.

Mengganti pembalut lebih sering memang bukanlah masalah. Justru dianjurkan demikian agar kesehatan organ intim tetap terjaga. Seorang perempuan dianjurkan untuk mengganti pembalut setiap 4—6 jam.

Yang menjadi masalah adalah pembalut sekali pakai itu bisa mengancam kelestarian alam. Mengapa tidak, sampah pembalut bisa menimbulkan gas metana. Gas ini adalah salah satu penyebab utama pemanasan global yang pada gilirannya berpengaruh terhadap perubahan iklim.

pembalut bisa mencemari lingkungan
Ilustrasi perempuan sakit perut karena menstruasi (Foto: Freepik)

Harus diketahui bahwa sampah pembalut memerlukan waktu yang cukup lama untuk terurai. Mengapa? Karena Bahan plastik yang terkandung di dalamnya baru bisa terurai hingga ratusan tahun lamanya. Belum lagi pemutih yang digunakan untuk membuat bantalan pembalut yang ternyata bisa mencemari tanah dan air.

Lapisan plastik pada pembalut yang terdegradasi itu kemudian menjadi mikroplastik ketika terbawa ke lautan. Mikroplastik ini akan menjadi makanan ikan-ikan. Dan ikan-ikan ini kemudian dikonsumsi manusia.

“Kenapa [mikroplastik] bahaya? Karena zat-zat beracun senang menempel di mikroplastik. Kalau termakan, yang bahaya adalah toksin yang menempel dan bisa menyebabkan kanker,” jelas Jeanny Primasari, penggagas komunitas Zero Waste Nusantara, seperti dilansir CNNIndonesia.com.

pembalut bisa mencemari lingkungan
(Foto: Istimewa)

Ada perempuan yang membakar pembalut karena tidak ingin meninggalkan sampah yang tidak terurai. Masalahnya adalah cara ini pun tidak tepat. Alih-alih menghilangkan sampah, membakar pembalut justru mendatangkan bahaya yang lebih besar.

Mengapa demikian? Karena pembakaran sampah akan menghasilkan dioksin. Jika dihirup, dioksin ini bisa meracuni tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mencatat potensi racun dari dioksin. Racun itu bisa merusak beberapa fungsi organ dan sistem tubuh. Diperkirakan, tubuh bisa terkontaminasi hingga 7-11 tahun.

Gunakan yang Reusable
Lalu bagaimana mengatasi masalah ini? Banyak perempuan muncul sebagai agen perubahan. Mereka mengkampanyekan penggunaan produk yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah dengan mengganti pembalut dengan produk yang ramah lingkungan seperti reusable pad dan menstrual cup.

pembalut bisa mencemari lingkungan
Menstrual cup (Foto: Istimewa)

Hingga saat ini, masih banyak perempuan yang takut untuk menggunakan menstrual cup. Kebanyakan dari mereka memilih reusable pad. Mereka disarankan untuk memilih reusable pad berbahan katun.

“Pilih bahan yang 100 persen katun. Meski daya tampung lebih besar daripada pembalut sekali pakai, tetap perhatikan durasi penggunaan dan kapan harus diganti,” kata Jeanny.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry