Pelajar dari Jawa Timur Sulap Serabut Kelapa Menjadi Partisi Lantai

Pelajar dari Jawa Timur sulap sabut kelapa menjadi partisi lantai
(Foto: blogdetik)

Siapa bilang generasi muda Indonesia tidak bisa bersaing dengan generasi muda bangsa lain? Siapa bilang generasi muda bangsa ini hanya tahu bikin keributan? Hanya tahu tawuran?

Angkat matamu dan pandanglah anak-anak muda di SMA Muhammadiyah 1 Babat, Lamongan, Jawa Timur.  Di situ muncul dua anak muda dengan ide yang brilian. Mereka adalah Dewi Satta Wardhhani dan Siti Muchlis Qolbiyah. Keduanya “menyulap” sampah berupa sabut kelapa menjadi lantai partisi.

“Ide awalnya karena melihat kondisi Kota Babat yang dikenal dengan produksi home industry Wingko Babat. Banyak serabut kelapa berserakan. Lahirlah ide untuk membuat partisi dari serabut kelapa,” kata Dewi Satta Wardahhani dan Siti Muchlis Qolbiyah kepada wartawan seperti dilansir detik.com di sekolah mereka di Jl. Raya Babat, Rabu (15/11) lalu.

Sampah berupa sabut kelapa di Babat memang sangat banyak. Pasalnya, di kota ini, home industry tumbuh subur. Banyak warga yang membuat dan menjual wingko, kue dari kelapa muda dan tepung. Dengan demikian, menjadikan sabut kelapa sebagai lantai partisi adalah langkah konkret Dewi dan Siti dalam mengurangi limbah sabut kelapa. “Ini upaya untuk mengurangi limbah serabut kelapa, khususnya di Kota Babat ini,” kata Dewi.

Pelajar dari Jawa Timur sulap sabut kelapa menjadi partisi lantai
(Foto: blogdetik)

Pada awalnya, ia dan Siti merendam sabut kelapa selama 1 jam.  Setelah itu, sabut dihaluskan dan dicampurkan dengan lem hingga menjadi seperti bubur. Selanjutnya mereka mencetak dan menjemur sabut itu. Mereka memberi nama penemuan mereka “Coco Partition Floor”.

Hasil penemuan ini mereka perlombakan dalam Creanovation Award 2017 lalu. Dalam ajang yang digelar Fakultas Teknik Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus), seperti dilansir timesindonesia.co.id, mereka meraih juara 2. “Berkat inovasi ini, kami pernah menjadi juara 2 dalam Innovation Award nasional di Semarang. Lomba LKTI,” tambah Dewi.

Apa yang mereka lakukan dan raih ini membanggakan orang tua dan para guru mereka. Mereka bahagia dan bangga karena ilmu yang mereka berikan diterapkan dengan baik oleh para murid.

“Kami pembina. Hanya membimbing dalam materi keilmuan, pengepakan produk dan presentasi,” kata Emzita Taufik, salah seorang guru SMA Muhammadiyah 1 Babat.

Pelajar dari Jawa Timur sulap sabut kelapa menjadi partisi lantai
(Foto: pwmu)

Lantai partisi ini kuat, lentur, dan mampu bertahan sekitar 6—8 bulan. Sebelum diproduksi dalam skala yang besar, hasil penemuan Dewi dan Siti ini diaplikasikan dalam skala kecil terlebih dahulu.

“Kita terapkan di lingkungan sekolah dulu. Nanti kalau hasilnya sudah maksimal, bisa kita limpahkan ke pihak luar untuk kerja sama membuat lantai partisi dalam skala besar,” katanya.

Dukunglah generasi muda Indonesia dalam berkarya dan berkreasi. Berikan mereka ruang dan waktu untuk berkembang. Pada gilirannya, mereka akan melakukan banyak hal hebat untuk bangsa ini.

#YUKKpakeYUKK

Baca juga : Inilah Remaja-Remaja Indonesia yang Mengguncang Dunia

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry