Orang Tua, Hepatitis Pada Anak Bisa Sembuh!

Orang Tua, Hepatitis Pada Anak Bisa Sembuh!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Jumlah anak yang terserang penyakit hepatitis misterius terus bertambah. Tercatat hampir 300 orang anak di 20 negara dilaporkan terserang penyakit peradangan hati yang penyebabnya belum diketahui secara pasti itu. Hal ini membuat khawatir para orang tua.

Kabar gembiranya adalah penyakit ini bisa disembuhkan. Organ hati bisa pulih seiring waktu.

“Hati adalah organ yang mampu pulih dengan seutuhnya. Kita biasanya tidak akan melihat efek jangka panjang usai pasien sembuh,” kata dr. Ryan Fischer, Kepala Departemen Hepatologi dan Transplantasi RS Children’s Mercy Kansas City, Amerika Serikat, seperti dikutip dari WebMD.

Orang Tua, Hepatitis Pada Anak Bisa Sembuh!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Menurut dr. Ryan, perlu dilakukan terapi pada anak dengan hepatitis karena infeksi virus pada umumnya bersifat suportif. Terapi dilakukan untuk meringankan gejala karena biasanya infeksi akan sembuh sendiri.

“Seiring berjalannya waktu, dengan memperhatikan kebutuhan si anak (misalnya pemberian infus untuk mencegah dehidrasi), sebagian besar kasus akan sembuh sendiri,” sambungnya.

Orang Tua, Hepatitis Pada Anak Bisa Sembuh!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Dalam beberapa kasus yang parah, ada kemungkinan pasien membutuhkan transplantasi hati. Transplantasi dilakukan karena kerusakan yang terjadi pada hati sudah begitu parah. Dalam beberapa kasus lainnya, kerusakan parah ini menyebabkan kematian.

Dokter Spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Hanifah Oswari, SpA(K), berpesan kepada orang tua untuk memperhatikan gejala hepatitis dengan cermat.  Gejala yang muncul adalah masalah pada pencernaan seperti diare, mual, muntah, sakit perut, kencing pekat, dan feses pucat.

Orang Tua, Hepatitis Pada Anak Bisa Sembuh!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Gejala lanjutan yang sudah mengarah ke hepatitis adalah mata dan kulit menguning. Jika muncul gejala-gejala ini, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan.

“Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat karena kita kehilangan momentum untuk penanganan lebih cepat. Apalagi sampai hilangnya kesadaran,” sarannya seperti dikutip dari detikHealth.

 

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry