Mulai 8 September, Naik KRL Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin

News | 8 September 2021
Mulai 8 September, Naik KRL Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin
Penumpang KRL (Foto: detikcom)

Selama PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) berlevel berlangsung, pengguna moda transportasi kereta api listrik (KRL) harus menunjukkan STRP (Surat Tanda Registrasi Pekerja). STRP menjadi syarat perjalanan. Namun, mulai 8 September ini, syarat untuk naik KRL bukan lagi STRP, melainkan sertifikat vaksin.

Syarat yang baru ini disesuaikan dengan Surat Edaran dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 6 September 2021. Berdasarkan keterangan tertulis dari Anne Purba, VP Corporate Secretary KAI Commuter, pengguna KRL wajib memperlihatkan sertifikat vaksin kepada petugas di stasiun. Sertifikat vaksin dapat ditunjukkan melalui aplikasi PeduliLindungi, atau secara fisik (dicetak), ataupun secara digital dalam bentuk file foto.

Mulai 8 September, Naik KRL Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin
Calon penumpang KRL menunjukkan SRTP (Foto: Liputan6.com)

Sertifikat vaksin yang dimaksud adalah minimal sertifikat vaksin dosis pertama. Sertifikat vaksin sebagai syarat untuk naik KRL berlaku untuk KRL Commuter Line Jabodetabek, KRL Yogyakarta-Solo, KA Prambanan Ekspres (Kutoarjo-Yogyakarta PP), dan KA Lokal yang dioperasikan oleh KAI Commuter.

Selain sertifikat vaksin, pengguna juga harus membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Bisa juga kartu identitas lainnya untuk dicocokkan dengan sertifikat vaksin.

Mulai 8 September, Naik KRL Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin
Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai (Foto: Liputan6.com)

Lalu bagaimana dengan STRP? Pihak KAI Commuter Line masih memberikan masa transisi penggunaan SRTP hingga tanggal 10 September. Mulai 11 September, STRP tidak lagi berlaku sebagai syarat naik KRL.

“Selanjutnya, mulai Sabtu (11/9), dokumen perjalanan, yaitu STRP, surat tugas, surat keterangan kerja, maupun surat dari pemerintah setempat sudah tidak berlaku lagi sebagai syarat untuk naik KRL karena harus menunjukkan sertifikat vaksin,” kata Anne seperti dikutip YUKK dari detikcom.

Mulai 8 September, Naik KRL Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin
Petugas membantu calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi (Foto: Liputan6.com)

Khusus untuk pengguna pengguna KRL yang belum divaksin karena alasan medis seperti para penyintas Covid-19, ada pengecualian. Mereka tetap bisa menggunakan KRL jika membawa surat keterangan resmi dari dokter di puskesmas maupun rumah sakit mengenai kondisi kesehatan mereka.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry