Lebih Percaya Diri Setelah Kantongi Izin dari Bank Indonesia

Lebih Percaya Diri Setelah Kantongi Izin dari Bank Indonesia
Stevanus Rahardja (Foto: dok. YUKK)

Mereka tidak punya dana yang besar untuk membangun usaha rintisan ini. Sangat sedikit jika dibandingkan dengan yang lainnya. Namun, membiarkan mimpi itu tenggelam lantaran tidak punya dana bukanlah karakter mereka.

“Kalau dari awal kita takutnya banyak, pada akhirnya, semuanya hanya akan menjadi dreaming aja,” kata Stevanus Rahardja.

Dengan dana yang terbatas, Stevanus dan Wira Rahardja, kakaknya, serta co-founder yang lain, yaitu Agustino, Titik, dan Julius Agus Salim, bergerak untuk mewujudkan mimpi itu. Mereka melahirkan aplikasi YUKK yang sebenarnya merupakan kristal inspirasi yang muncul setelah Wira melihat dua startup yang sudah unicorn. Satu dari Amerika Serikat dan satu lagi dari China.

Lebih Percaya Diri Setelah Kantongi Izin dari Bank Indonesia
(Foto: dok. YUKK)

“Lalu kita kombinasikan dan kita improvisasi menjadi lebih luas lagi dan bisa diadopsi market Indonesia. Kita terus kembangkan dari segi IoT (Internet of Things). Dan segi IoT ini berjalan sesuai dengan arahan Pak Jokowi, yaitu industri 4.0,” terang lelaki kelahiran Jakarta, 30 September 1986, ini.

Sejak dirilis pada awal Maret 2018 lalu, YUKK telah berkembang pesat. Fitur demi fitur dihadirkan untuk mempermudah para pengguna melakukan berbagai aktivitas dan transaksi. Bersamaan dengan itu, jumlah merchant pun terus bertambah, baik offline merchant maupun online merchant.

Lebih Percaya Diri Setelah Kantongi Izin dari Bank Indonesia
(Foto: dok. YUKK)

“Mungkin orang melihat kita mirip dengan kompetitor. Namun, sebenarnya kita berbeda. Kita membawa teknologi yang berbeda. Kita menjadi jembatan dunia online dan offline. Kalau mau di-download di App Store atau Play Store, kita, tuh, ada di kategori lifestyle dan bukan fintech,” papar CEO dan Co-founder PT YUKK Kreasi Indonesia ini.

Bersamaan dengan dirilisnya aplikasi, proses perizinan di Bank Indonesia pun dilakukan. Stevanus dan tim mengajukan izin penerbitan uang elektronik (e-money) dan transfer dana. Sebuah proses yang tidak mudah dan memakan waktu yang tidak sebentar.

“Ini challenge-nya banyak banget. Audit ada, pentest (penetration testing) ada, ngikutin semua regulation-nya, bikin surat pernyataan beberapa kali, dan lainnya. Bank Indonesia memang punya standardisasi yang tinggi banget,” ungkapnya.

Lebih Percaya Diri Setelah Kantongi Izin dari Bank Indonesia
Izin dari Bank Indonesia

Proses perizinan ini berlangsung selama hampir 2 tahun. Pada September 2020 lalu, PT YUKK Kreasi Indonesia akhirnya mendapatkan izin dari Bank Indonesia. Izin sebagai “Penerbit Uang Elektronik” dan sebagai “Penyelenggara Transfer Dana”.

“Di Indonesia, selain banking, tidak terlalu banyak perusahaan swasta mendapatkan izin dari BI. Saya lihat, sebelum kita, cuma 50 izin yang dikeluarkan di Indonesia, baik banking maupun nonbanking. Yang nonbanking pun paling cuma belasan doang. Dan kita masuk dalam belasan inilah. Jadi, bahagia banget,” katanya dengan wajah yang semringah.

Lebih Percaya Diri Setelah Kantongi Izin dari Bank Indonesia
(Foto: Instagram)

Izin ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan ini. Dengan dikeluarkannya izin untuk melakukan transfer dana, fitur “Transfer” pada aplikasi YUKK pun aktif. Dengan fitur ini, para pengguna bisa saling mentransfer YUKKCash. Rencananya Stevanus dan tim akan mengembangkan sistem yang memungkinan pengguna bisa mentransfer YUKKCash ke rekening bank.

“Kita bahagia banget setelah izin BI keluar. Kita jadi legit bangetlah untuk menjalankan bisnis ini. Nama kita pun jadi terdongkrak naik,” katanya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry