Lantaran Terlalu Bagus, Tas Buatan Semarang Ini Ditahan Petugas Bandara Rusia

Tas buatan Semarang ditahan di Rusia
Syanaz Nadya dan Titiek Soeharto (Foto: Instagram/@rorokenesindonesia)

Bukan lagi kabar baru bahwa dunia terpesona pada hasil kreativitas anak-anak Indonesia. Sudah banyak hasil buatan tangan anak Indonesia yang dilirik orang Eropa dan selebritas Hollywood. Produk-produk kreatif para desainer dan perajin lokal bahkan menjadi incaran di benua biru.

Dari lini mode, nama beberapa desainer tanah air bahkan sudah mendunia. Hasil rancangan mereka sudah dikenakan dan dipakai para pesohor dari Hollywood. Sebut saja Rinaldy A. Yunardi. Aksesori rancangannya sudah pernah dipakai Nicki Minaj, Lady Gaga, Kylie Jenner, Mariah Carey, Gal Gadot, Madonna, dan Beyonce.

Tas buatan Semarang ditahan di Rusia
Gwen Stefani (Foto: Instagram/@gwenstefani)

Mety Choa adalah anak bangsa lainnya yang menggoda tanah Hollywood dengan busana pengantin dan couture rancangannya. Salah satu rancangannya sudah dipakai Gwen Stefani dalam acara A Home 4 for the Holidays 20th Anniversary yang dipandu LL Cool J. Selain Gwen Stefani, ada beberapa selebritas Hollywood lainnya yang mengenakan rancangan desainer asal Jambi ini. Mereka, antara lain, adalah Kat Graham, Gigi Hadid, dan Rose Bertram.

Mengapa hasil rancangan mereka disukai orang Amerika dan Eropa? Apa lagi kalau bukan karena keunikan dan kualitas. Hasil rancangan mereka bisa diadu dengan produk keluaran brand ternama di dunia.

Tas buatan Semarang ditahan di Rusia
Beyonce pakai anting karya Rinaldy (Foto: Instagram/@rinaldyyunardi)

Belum lama ini, produk kreativitas anak Indonesia kembali menjadi sorotan. Anak Indonesia itu adalah Syanaz Nadya Winanto Putri. Ia menjadi sorotan karena tas rancangannya ditahan petugas bandara Rusia. Alasannya? Karena tas itu terlalu bagus. Dianggap setara dengan tas dari merek terkenal di dunia.

Semuanya terjadi pada Rabu (1/8) lalu. Saat itu, Syanaz baru tiba di Bandara Demodova, Moskow. Ia tidak bisa segera keluar dari bandara karena ditahan petugas.

Tas buatan Semarang ditahan di Rusia
(Foto: Instagram/@rorokenesindonesia)

“Saya ditahan. Saya dimasukkan di dalam ruangan tanpa ada yang boleh menemani. Saya overheard mereka beberapa kali bilang ‘These are good stuffs’,” ungkapnya seperti dilansir Wolipop.

Good stuffs yang dimaksudkan para petugas itu adalah tas-tas yang terbuat dari kulit sapi dan kambing yang dibawanya. Ada 10 tas kulit untuk dipamerkan dan 50 tas goni yang akan digunakan sebagai tas suvenir atau goodie bag dari Provinsi Jawa Tengah. Tas-tas handmade itu akan dipamerkan dalam Festival Indonesia Moskow. Festival itu dihelat di Krasnaya Presnya Park, Moskow, pada 1—4 Agustus.

Tas buatan Semarang ditahan di Rusia
Hasil karya Syanaz (Foto: Instagram/@rorokenesindonesia)

“Yang saya bawa adalah barang-barang baru dengan harga kurang dari US$1.000. Bahkan ada yang US$30,” katanya.

Para petugas keluar-masuk ruangan untuk memeriksa tas-tas yang dibawanya. Selama proses pemeriksaan itu, ia tidak didampingi siapa pun. Pihak KBRI yang datang untuk membantunya pun tak bisa menolong. Mereka bahkan diminta untuk keluar dari ruangan.

Tas buatan Semarang ditahan di Rusia
(Foto: Instagram/@rorokenesindonesia)

“Ada 15 orang yang keluar-masuk untuk mengecek barang saya, motret, bertanya produk saya. Sampai jahitan dan isi dalam tas diperiksa,” kenangnya.

Ia heran mengapa tas-tas rancangannya diperiksa begitu detail. Sementara tas yang dibawa peserta pameran dari Indonesia lainnya lolos dari pemeriksaan.

Tas buatan Semarang ditahan di Rusia
(Foto: Instagram/@rorokenesindonesia)

“Yang saya tangkap dari custom di sini adalah mereka tidak percaya akan price list saya, dimana total harga tidak sampai US$1.200. Dan kemungkinan ini oleh mereka dimasukkan ke kategori premium products,” ungkapnya.

Selama pemeriksaan itu, Syanaz ditanya berbagai hal. Salah satunya mengenai merek tasnya, yaitu Roro Kenes.

“Saya bilang saya yang membuat tas-tas itu. Itu mereka juga setengah nggak percaya. Mereka tidak percaya saya yang membuat,” imbuhnya.

Tas buatan Semarang ditahan di Rusia
(Foto: Instagram/@rorokenesindonesia)

Pada akhirnya ia diizinkan keluar dari ruangan. Namun, ada produknya yang ditahan. Petugas bandara mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu 24 hari untuk melakukan kurasi pada produk-produk karyanya.

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry