Korban Longsor Underpass Bandara Soekarno-Hatta Itu Anak yang Saleh

Korban Longsor Underpass Bandara Soekarno-Hatta Itu Anak yang Saleh
(Foto: google)

Sebuah tragedi terjadi di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (5/2) lalu. Jarum jam menunjukkan waktu pukul 17.00 WIB ketika Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri dan temannya, Mutmainah, melewati underpass dengan mobil Honda Brio dengan nomor polisi A 1567 AS. Putri, demikian panggilan akrab karyawati PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia itu, duduk di balik kemudi.

Tiba-tiba tanah longsor dan dinding underpass roboh. Putri dan temannya tidak bisa menyelamatkan diri karena beton underpass menimpa mobil dan tanah longsor menimbuninya. Petugas dan pengendara lain yang melintas di jalan yang sama langsung berupaya mengevakuasi keduanya. Namun, beton dan timbunan tanah membuat proses evakuasi berjalan sangat lambat.

Alat berat tidak bisa digunakan secara maksimal dalam proses evakuasi itu. Para petugas khawatir bahwa penggunaan alat berat akan membuat underpass roboh. Akhirnya petugas memutuskan untuk menggunakan cangkul. Alat berat sesekali digunakan.

Korban Longsor Underpass Bandara Soekarno-Hatta Itu Anak yang Saleh
Proses evakuasi (Foto: Antara)

Proses evakuasi dimulai pukul 18.00 WIB dan berlangsung hingga Selasa (6/2) pagi. Kedua ayah mereka pun terlibat dalam proses evakuasi itu. Pada pukul 03.00 WIB, Putri bisa dievakuasi. Pergelangana tangan kirinya patah, kaki kirinya patah, ibu jari kirinya patah, dan ada luka lecet pada kepala bagian kanannya.

Setelah berhasil dievakuasi, Putri masih sempat bertanya kepada petugas nasib dan keadaan temannya. “Iya. Dia tanya temannya itu bagaimana. Dijawab sama petugas, ‘Itu masih proses (evakuasi)’,” cerita Gatot Tjahjono, ayahanda Putri.

Pada pukul 03.14 WIB, Putri dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang. Lantaran kondisinya semakin melemah, ia dipindahkan ke RS Mayapada dengan mobil ambulans dari Kantor Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar jam 6 pagi, ambulans tiba di depan IGD RS Mayapada. Ketika akan dipindahkan ke ranjang, Putri berhenti bernapas. Dokter sempat melakukan tindakan penanganan kurang lebih 30 menit. Namun, tidak berhasil. Putri meninggal dunia.

Korban Longsor Underpass Bandara Soekarno-Hatta Itu Anak yang Saleh
Kediaman Putri (Foto: CNN Indonesia)

Pada saat yang sama, proses evakuasi Mutmainah masih berlangsung. Pegawai outsourcing itu baru bisa dievakuasi pada pukul 07.05 WIB.Setelah berhasil dievakuasi, dia langsung dilarikan ke RS Siloam Tangerang, Banten.

Sedang berpuasa
Putri meninggal dunia pada usia yang masih sangat muda. Masih 24 tahun. Meninggal dunia ketika kariernya sedang berkembang. Baru pada 1 Februari yang lalu dia diangkat sebagai pegawai tetap.

“Posisinya sebagai Trainee for Financial Analyst,” kata Rivan, Staf Humas GMF, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (6/2) lalu, seperti dilansir tribunnews.com.

Korban Longsor Underpass Bandara Soekarno-Hatta Itu Anak yang Saleh
Jenazah Putri diantar ke tempat pemakaman mum (Foto: liputan6.com)

Kepergian Putri meninggalkan duka yang dalam pada keluarga, sahabat, dan rekan kerja. Dia dikenal sebagai pribadi yang ramah, sopan, dan rajin beribadah. Pada hari yang kelabu itu, dia sedang menjalankan puasa sunah.

“Rajin. Insya Allah, sangat saleh. Saat kejadian, dia lagi puasa Senin-Kamis,” kata Insan Nurcahyo, Direktur Keuangan GMF Aeoro Asia, di Serang, Banten, Selasa (6/2) lalu, seperti dilansir detik.com.

Jenazah Putri dimakamkan di TPU Ki Ahmad, Cengkok, Cipocok, Serang, Banten. Keluarga, kerabat, dan rekan kerja mengantar jenazahnya ke tempat peristirahatan terakhir.

“Mama antar, ya, Nak. Nak, yang antar kamu banyak, Nak,” rintih Sudiana Susilaning, ibunda Putri, dalam deraian air mata. Sejak Senin (5/2) lalu, air matanya terus mengalir.

Korban Longsor Underpass Bandara Soekarno-Hatta Itu Anak yang Saleh
(Foto: Sindonews.com)

Selamat jalan, Putri. Beristirahatlah dengan tenang

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
2
sad
0
angry