Ketahui Tanda-Tanda Hubungan yang Buruk

Ketahui Tanda-Tanda Hubungan yang Buruk
Ilustrasi (Foto: google)

Hubungan cinta tak selalu berjalan mulus. Selalu saja ada peristiwa atau hal yang membuat jalinan itu agak kusut dan terlihat begitu rumit. Itu wajar karena hubungan itu melibatkan dua pribadi, lengkap dengan konteks, situasi, dan karakternya.

Riak kekusutan atau pun kerumitan itu bisa dilihat sebagai saat belajar memahami masing-masing pribadi. Bisa juga dianggap sebagai bumbu atau letak menariknya sebuah hubungan.  Namun, jika peristiwa atau hal itu tak bisa diubah, tiba saatnya kamu berpikir dan mengambil sikap.

Berikut ini ada beberapa karakter dan gejala hubungan yang buruk yang bisa kamu hindari selagi mampu. Karakter dan gejala ini sengaja ditampilkan tidak untuk menakut-nakuti kamu, tetapi supaya kamu punya waktu untuk berpikir dan mengambil sikap yang tepat. The earlier you become aware of these red flags, the easier it is to get out of the relationship

“Memiliki” 

Ketahui Tanda-Tanda Hubungan yang Buruk
Ilustrasi (Foto: mannaexpressonline.com)

Kadang-kadang, ketika cinta itu terlanjur kuat atau bahkan salah satu pasangan takut ditinggalkan, orang biasanya cenderung posesif. Si dia ingin sekali “memiliki” kamu, sehingga kamu hampir tak punya ruang untuk bergerak sendiri. Ke mana pun kamu pergi, matanya selalu mengikuti kamu. Telinganya selalu terbuka pada setiap kalimat dari maupun tentang kamu. Apa pun yang kamu lakukan mesti sesuai dengan keinginan atau harapannya. Kamu tak dibiarkan bergaul dengan orang lain, tersenyum pada orang lain dan berusaha sedemikian rupa sehingga kehadiran kamu hanya untuknya. Apakah itu cinta? Ingat, mencintai (dengan tulus) bukan berarti berjuang untuk “memiliki”. Ketika kamu mengambil keputusan mencintai orang, kamu harus sadar bahwa kamu sedang berhadapan seorang pribadi yang punya karakter yang berbeda dengan kamu. Konteks atau peristiwa hidupnya juga berbeda dengan kamu. Perbedaan mesti dihargai. Privasi mesti tetap dijunjung. Itu tanda hubungan yang dewasa.

Dikontrol

Ketahui Tanda-Tanda Hubungan yang Buruk
Ilustrasi (Foto: huffingtonpost.com)

Karakter pasangan yang sebaiknya diperhatikan, bahkan mungkin sebaiknya dihindari, adalah kecenderungan untuk selalu dikontrol. Dia ingin sekali mengontrol atau dikontrol oleh kamu. Jika belum mendengar suara, melihat senyum, atau tahu ke mana dan apa yang kamu lakukan, dia tidak puas. Dia selalu ingin tahu apa pun tentang kamu. Atau sebaliknya, dia ingin sekali ditanya atau diperhatikan, bahkan hingga hal paling kecil dan sederhana. Apakah dia mesti tanya kepada kamu apa yang sebaiknya dia makan: pepaya atau apel? Itu bentuk hubungan yang belum dewasa. Bukankah dia bisa mengambil keputusan sendiri tanpa mesti tergantung pada kamu? Ingat, kecenderungan untuk selalu dikontrol atau mengontrol itu sangat melelahkan karena Anda mesti membagi konsentrasi pada dua atau beberapa hal yang tak persis sama.

Langsung mendalam

Ketahui Tanda-Tanda Hubungan yang Buruk
Ilustrasi (Foto: jenningswire.com)

Setelah mengatakan cinta, dia ingin cepat serius, misalnya, dengan mengajak kamu menikah atau langsung mengatakan bahwa kamu sudah menjadi miliknya seutuhnya. Sekalipun banyak fakta menunjukkan bahwa banyak juga pasangan yang bisa bertahan walaupun tidak lama berpacaran, toh banyak juga fakta yang menunjukkan bahwa salah satu atau bahkan kedua-duanya mulai goyah setelah berjalan beberapa waktu. Itu karena mereka sadar bahwa mereka tak terlalu mengerti karakter dan kehidupan pasangan mereka.

Memaksa

Ketahui Tanda-Tanda Hubungan yang Buruk
Ilustrasi (Foto: google)

Apakah dia “meminta” (?) kamu untuk melakukan hubungan seksual? Apakah jika kamu menolak, dia bilang, “Kamu enggak sayang sama aku?” Bahkan mendepak kamu. Jika ya, pada titik ini kamu bisa menguji hubungan itu. Nafsu? Atau cinta? Kalau memang dia benar-benar mencintai kamu, mestinya dia juga menghormati kamu sebagai seorang pribadi yang punya prinsip. Mencintai berarti menghargai.

Pelecehan emosional

Ketahui Tanda-Tanda Hubungan yang Buruk
Ilustrasi (Foto: google)

Dia hampir tak bisa menempatkan diri pada konteks yang tepat karena terlanjur emosional. Dia, misalnya, memanggil atau meneriaki kamu di hadapan orang banyak atau di tempat umum. Dia juga betah mengkritik kamu di muka banyak orang. Atau ketika sedang bersama orang lain, kamu menjadi sasaran joke-nya. Jika seperti itu, kamu harus mengevaluasi hubungan itu. Entah sadar atau tidak, dia ingin membuat kamu terlihat rendah di hadapannya dan orang lain.

Intimidasi

Ketahui Tanda-Tanda Hubungan yang Buruk
Ilustrasi (Foto: telegraph.co.uk)

Setelah tahu dan sadar bahwa kalian punya hubungan (cinta), tak segan-segan dia mengintimidasi kamu. Jika kamu tak bersikap dan berbuat seperti yang dia inginkan, kamu langsung “diteror” dengan berbagai macam hal. Dia, misalnya, menunjukkan sikap (entah lewat gestur atau raut muka) tak suka pada kamu. Tatapannya tajam seolah-olah hendak menghujam dan menelanjangi kamu. Dia juga cepat ringan tangan. Seperti itukah hubungan yang kamu impikan? Jika tidak, ambillah sikapmu.

Mengelak tanggung jawab

Ketahui Tanda-Tanda Hubungan yang Buruk
Ilustrasi (Foto; google)

Tanda kelihatan lain dari hubungan yang tak sehat adalah dia pintar sekali menghindarkan diri dari apa pun, baik menyangkut hubungannya dengan kamu maupun kehidupan kamu (pekerjaan, relasi sosial dan keluarga). Ketika hang out, dia berusaha sedemikian rupa sehingga kamulah yang membayar. Atau jika keluargamu membutuhkan bantuannya, dia mengelak dengan berbagai alasan yang masuk akal, padahal Anda sudah tahu kesibukannya seperti apa. Atau jika kamu meminta bantuannya, ia punya segudang alasan untuk bisa “lari”. Jika seperti itu yang terjadi, yakinkan dirimu bahwa dia bukanlah orang yang tepat untuk kamu jadikan pegangan.

#YUKKpakeYUKK

 

 

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry