Ketahui Kanker Langka yang Diidap Ari Lasso

Ketahui Kanker Langka yang Diidap Ari Lasso
Ari Lasso (Foto: Instagram/@ari_lasso)

Belum lama ini, melalui saluran YouTube Deddy Corbuzier, Ari Lasso bercerita tentang kondisinya. Dia mengidap sebuah kanker langka yang disebut Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL).

Apa sebenarnya DLBCL itu? Apa saja faktor risikonya? Dan bagaimana gejala-gejalanya?

Limfoma, seperti dikutip YUKK dari Medical News Today, adalah salah satu jenis kanker dalam sistem limfatik. Limfoma terjadi ketika sel kanker menyerang limfosit, salah satu sel darah putih yang berfungsi melawan virus dan bakteri. Limfosit ini tersebar di beberapa bagian tubuh seperti kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan saluran pencernaan.

Ari Lasso (Foto; Instagram @ari_lasso)
Ilustrasi limfosit (Foto: Medical News Today)

Ada dua jenis limfoma, yaitu Hodgkin dan non-Hodgkin. Sejauh ini, yang sering terjadi adalah limfoma non-Hodgkin. Dan limfoma non-Hodgkin ini lebih berbahaya daripada limfoma Hodgkin.

Masing-masing jenis limfoma itu punya subtipe. DLBCL, seperti dikutip YUKK dari Healthline, masuk dalam kelompok limfoma non-Hodgkin sebagai jenis yang paling umum sekaligus yang paling agresif. Jika tidak ditangani secara cepat, DLBCL dapat menyebabkan kematian.

Waspada! Varian Delta Plus Sudah Masuk Indonesia; Ini Gejalanya
Ilustrasi (Foto: Crello)

DLBCL diketahui menyerang organ sistem limfatik seperti sumsum tulang, timus, limpa, dan kelenjar getah bening. Pada umumnya, pengidap DLBCL akan mengalami pembesaran kelenjar getah bening. Gejala-gejala lain yang dirasakan:

  • Muncul keringat pada malam hari
  • Berat badan menurun drastis
  • Selera makan hilang
  • Kelelahan
  • Demam
  • Rasa gatal
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Gejala tambahan yang muncul tergantung pada letak DLBCL:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Ada darah pada tinja
  • Batuk
  • Sesak napas
Ketahui Kanker Langka yang Diidap Ari Lasso
Ilustrasi (Foto: Healthline)

Siapa saja yang dapat mengidap penyakit DLBCL? Secara umum, ada beberapa faktor risiko, yaitu:

  • Usia. DLBCL umumnya terjadi pada usia paruh baya atau lebih tua. Rata-rata usia pengidap adalah 64 tahun. Namun, tidak tertutup kemungkinan bahwa penyakit ini terjadi pada orang dewasa,
  • Etnis. Orang di negara-negara Eropa cenderung berisiko mengidap penyakit ini. Namun, orang di luar negara Eropa seperti Asia juga dapat mengalaminya,
  • Jenis kelamin. Pria berisiko lebih tinggi terkena DLBCL dibandingkan wanita.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry