Jika Kolaps seperti Eriksen, Segera Lakukan CPR, Bukan Tepuk-Tepuk Lengan!

Jika Kolaps seperti Eriksen, Segera Lakukan CPR, Bukan Tepuk-Tepuk Lengan!
Christian Eriksen kolaps (Foto: AFP)

Sebuah kejadian dramatis mewarnai laga Denmark vs Finlandia dalam Euro 2020 yang digelar pada Sabtu (12/6) malam lalu. Menjelang berakhirnya babak pertama, Christian Eriksen, gelandang serang Denmark, kolaps di tengah lapangan. Dia mengalami serangan jantung.

Simon Kjaer, pemain bertahan sekaligus kapten tim Denmark, langsung melakukan CPR (cardio pulmonary resuscitation) terhadap Eriksen. Itu adalah pertolongan pertama yang harus diberikan ketika seseorang mengalami henti jantung.

Jika Kolaps seperti Eriksen, Segera Lakukan CPR, Bukan Tepuk-Tepuk Lengan!
Para pemain memanggil tim medis (Foto: AP)

“CPR meningkatkan kemungkinan seseorang yang mengalami cardiac arrest (henti jantung), survive hingga 44%,” kata dr. Vito A Damay, SpJP(K), dokter jantung dari Siloam Hospital Karawaci, Minggu (13/6), seperti dikutip YUKK dari detikHealth.

Mengingat CPR adalah pertolongan pertama yang harus diberikan dalam kasus henti jantung, maka semua orang diharapkan bisa menguasai pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan CPR. Khususnya orang-orang yang bekerja dalam dunia olahraga. Dengan begitu, mereka bisa segera memberikan pertolongan sebelum pasien ditangani tim medis.

Jika Kolaps seperti Eriksen, Segera Lakukan CPR, Bukan Tepuk-Tepuk Lengan!
Para pemain Denmark membentuk pagar untuk melindungi tim medis dari sortona media ketika memberikan pertolongan medis kepada Eriksen (Foto: Getty Images)

“Lebih baik lakukan teknik CPR yang pernah dilatih dan lalukan sebaik yang Anda bisa. Itu lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa atau melakukan hal lain yang tidak menolong sama sekali seperti disiram air mukanya, ditampar wajahnya atau ditepok-tepok lengannya,” pesan dr. Vito.

Banyak orang memberikan pertolongan pertama dengan cara menepuk-nepuk lengan kiri. Menurut dr. Vito, cara ini tidak ada manfaatnya. Bahkan justru bisa berakibat fatal jika pasien terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Jika Kolaps seperti Eriksen, Segera Lakukan CPR, Bukan Tepuk-Tepuk Lengan!
Teknik CPR (Foto: Freepik)

Sejarah mencatat bahwa Eriksen bukanlah pemain bola pertama yang kolaps di tengah laga lalu mendapatkan pertolongan CPR. Pada 2012 lalu, Fabrice Ndala Muamba, pemain Bolton Wanderers, juga kolaps di tengah lapangan dan diberikan CPR. Jantungnya bahkan sempat berhenti berdetak selama 78 menit.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry