Jangan Minum Teh Setelah Makan!

Teh
Teh (Foto: kaskus.co.id)

Anda selalu minum teh atau kopi setelah makan? Jika ya, berhentilah dari sekarang. Itu adalah cara yang salah. Mengapa? Karena minum teh atau kopi setelah makan dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan yang serius. Masalah muncul karena berhubungan dengan terhambatnya proses penyerapan zat besi.

Harus selalu diingat bahwa zat besi sangat dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Dalam setiap 1 ml sel darah merah terdapat setidaknya 1 mg zat besi. Setiap hari, tubuh membutuhkan 20 mg zat besi untuk membentuk sel darah merah. Sel darah merah diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk dapat membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Proses penyerapan zat besi ini akan terhambat jika Anda minum teh atau kopi setelah makan. Mengapa teh dapat menghambat proses penyerapan zat besi? Menurut West dan Oates dalam sebuah artikel berjudul “Mechanisms of Heme Iron Absorption: Current Questions and Controversies”, seperti dilansir dari klikdokter.com, teh mengandung tannin. Zat ini dapat mengikat zat besi, sehingga sulit diserap oleh tubuh.

Selain teh, yang juga dapat menghambat proses penyerapan zat besi adalah kopi dan makanan atau minuman yang mengandung kalsium. Sementara makanan-makanan yang dapat mempercepat proses penyerapan zat besi, antara lain, adalah makanan yang mengandung asam askorbat (vitamin C), daging, ikan, dan produk unggas. Jika Anda ingin minum kopi atau teh, minumlah 2 jam setelah Anda makan.

Apa yang akan terjadi jika proses penyerapan zat besi terhambat? Ada beberapa masalah serius yang akan muncul. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Anemia

    Anemia
    Ilustrasi (Foto: tanyaherbal.com)

    Jika proses penyerapan zat besi terhambat, akan terjadi anemia. Anemia adalah suatu kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah untuk menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Gejala-gejala orang yang menderita anemia adalah cepat merasa letih dan lelah, kulit terlihat pucat atau kekuningan, detak jantung tidak beraturan, napas pendek, pusing dan mata berkunang-kunang, nyeri dada, tangan dan kaki terasa dingin, insomnia, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi.

  1. Bayi Lahir Cacat

    Bayi lahir carat
    Ilustrasi (Foto: google)

    Jika ibu hamil menderita anemia, kesehatan jabang bayi yang dikandungnya akan terganggu. Bahkan bisa terjadi bayi lahir dalam keadaan cacat. Dalam beberapa kasus, jika seorang ibu hamil terlalu sering minum teh atau kopi setelah makan, bayi yang dikandungnya bisa menderita neural tube defects (cacat pada bagian otak dan tulang belakang). Itu terjadi karena zat besi tidak terserap dengan baik oleh tubuh.

  1. Depresi Setelah Persalinan

    Ibu depresi
    Ilustrasi (Foto: google)

    Risiko lain yang dialami ibu hamil yang selalu minum teh atau kopi adalah depresi setelah persalinan. Dalam dunia medis, kondisi ini biasanya disebut postpartum depression. Dan kondisi ini terjadi karena kekurangan zat besi. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk rajin minum air putih setelah makan.

  1. Pengurangan Bioavailabilitas Katekin

    Jangan minus kopi dan teh
    (Foto: google)

    Minum teh atau kopi setelah makan dilarang karena juga dapat mengurangi bioavailabilitas katekin. Katekin adalah golongan metabolit sekunder yang secara alami dihasilkan oleh tumbuhan. Senyawa ini termasuk dalam golongan flavonoid dan mempunyai sifat sebagai antioksidan. Dan merupakan kandungan utama polifenol yang terkandung di dalam teh.

  1. Menopause Dini

    menopause dini
    Ilustrasi (Foto: google)

    Pada perempuan, salah satu efek dari kekurangan zat besi adalah menopause dini. Jika tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup, perempuan yang memasuki masa pre-menopause dini.

  1. Rambut Rontok

    rambut rontok
    Ilustrasi (Foto: google)

    Masalah lain yang muncul karena kekurangan zat besi adalah rambut mudah rontok. Zat besi sangat dibutuhkan rambut untuk tumbuh kuat dan sehat. #YUKKpakeYUKK

Baca juga : Makanan yang Mengandung Zat Besi

1
like
0
love
1
haha
0
wow
0
sad
0
angry