Indonesia, Jangan Ketinggalan Fenomena Super Blue Blood Moon!

Fenomena Super Blue Blood Moon
Ilustrasi Super Blue Blood Moon (Foto: YouTube)

Pada akhir bulan ini, Rabu (31/1), bulan menunjukkan tiga keindahannya sekaligus: supermoon, blue moon, dan gerhana bulan. Ketiga keindahannya ini adalah sebuah fenomena yang sangat langka. Terjadi hanya setiap lebih dari 100 tahun sekali.

Tahun lalu, NASA (The National Aeronautics and Space Administration) telah mengumumkan bahwa akan terjadi trilogi supermoon dalam waktu yang berdekatan. Supermoon yang pertama terjadi pada akhir tahun lalu, yaitu Minggu (3/12/2017). Yang kedua terjadi pada awal tahun ini, yaitu Senin (1/1). Dan supermoon akan terjadi lagi pada Rabu (31/1) malam.

Supermoon atau bulan penuh adalah fase di mana bulan berada sangat dekat dengan bumi dalam orbitnya. Pada saat itu, bulan terlihat 14% lebih besar dan 30% lebih terang daripada biasanya.

Fenomena Super Blue Blood Moon
Supermoon di atas langit Yangon, Myanmar, pada tahun 2017 lalu (Foto: CNN.com)

Blue moon adalah sebutan untuk bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan. Yang pertama terjadi pada awal tahun ini. Dan yang kedua akan terjadi Rabu (31/1) malam nanti. Blue moon ini adalah sebuah fenomena yang terjadi 2,5 tahun sekali.

Puncaknya adalah gerhana bulan total. Matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis. Pada saat itu, bulan berjarak sangat dekat dengan bumi. Cahaya bulan tersaring oleh atmosfer bumi dan menyebabkan cahaya putih memantul jauh dari bulan, sehingga cahaya merah atau jingga yang menyerupai warna merah darah tercermin di bulan.

NASA menyebut fenomena ini sebagai super blue blood moon. Dilansir space.com, fenomena ini sangat langka karena terjadi lebih dari 100 tahun sekali. Sebelumnya, super blue blood moon terjadi pada 31 Maret 1866.

“Kejadian ini sangat langka. Fenomena ini hanya terulang lebih dari 100 tahun lagi,” kata Dwikorita Karnawati di kompleks gedung BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), Jakarta, Senin (29/1) lalu, seperti dilansir kompas.com.

Pada pukul 17.49 WIB nanti, terjadi gerhana bulan. Hampir dua jam kemudian, yaitu pada pukul 19.51 WIB, akan terjadi gerhana total. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 20.29 WIB. Gerhana total berakhir pada pukul 21.08 WIB.

Fenomena Super Blue Blood Moon
Ilustrasi Blue Moon (Foto: gkmen.com)

Fenomena yang sangat langka ini berlangsung selama 5 jam 20,2 menit. Itu berarti bahwa gerhana bulan sebagian masih bisa dilihat pada pukul 22.11 WIB. Baru pada pukul 23.09 WIB nanti fenomena yang langka dan indah itu berakhir.

Menariknya adalah fenomena yang terjadi hanya 100 tahun sekali ini dapat diamati dari sebagian wilayah di Indonesia. Sebagian wilayah yang dimaksud adalah Sumatra, Jawa hingga bagian barat Jawa Timur dan bagian timur Jawa Tengah, dan sedikit daerah di Kalimantan Barat. Selain daerah-daerah itu, gerhana bulan dapat diamati pada fase gerhana bulan penumbra atau yang terjadi pada pukul 18.48 WIB.

Di Jakarta, ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk melihat fenomena ini, yaitu Observatorium Bosscha, Planetarium Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah, Museum Fatahillah, Setu Babakan Kampung Betawi, serta Bukit Tinggi.

“Selain itu, (super blue blood moon) juga akan diamati di 21 titik pengamatan hilal yang biasa kami lakukan pengamatan di sana. Bahkan di Makassar juga akan ada nonton bersama fenomena super blue blood moon,” sambung Dwikorita.

Fenomena Super Blue Blood Moon
(Foto: kompas.com)

Fenomena yang sangat langka ini, saran Jaya Murjaya, Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, tidak boleh dikaitkan dengan berbagai mitos tentang gerhana bulan atau matahari. Justru sebaliknya, fenomena ini harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi.

“Ini fenomena alam yang secara alamiah sudah bisa diprediksi. Jangan dikaitkan dengan mitos-mitos seperti ibu hamil harus masuk ke kolong tempat tidur. Ini adalah pendidikan ilmiah yang bisa diedukasi ke masyarakat,” tegasnya seperti dilansir kompas.com.

 

#YUKKpakeYUKK

 

 

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry