Incubus Bayar Lunas Kerinduan Penggemarnya di Jakarta

Incubus Bayar Lunas Kerinduan Penggemarnya di Jakarta
(Foto: kompas.com)

Sudah lama Incunesia, sebutan untuk para penggemar Incubus di Indonesia, menantikan kehadiran Brandon Boyd dan teman-temannya. Mereka ingin merasakan lagi antusiasme dan gairah yang besar seperti ketika band asal California, Amerika Serikat, itu menggelar konser di Jakarta pada tahun 2008 dan 2011 lalu. Mereka ingin bernostalgia dengan Brandon Boyd, Mike Einziger, Jose Pasillas, Chris Kilmore, dan Ben Kenney.

Kerinduan mereka dibayar lunas Boyd dan teman-temannya pada Rabu (7/2) malam lalu di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Selama 2 jam, mereka membawakan lagu-lagu terbaik mereka dari beberapa album studio mereka, baik yang baru maupun yang lama. Kurang lebih 20 lagu.

Boyd dan teman-temannya membuka konser dengan lagu “Glitterbomb” yang diambil dari album terbaru berjudul 8. Aksinya di atas panggung dengan segera membakar emosi para Incunesia. Lagu kedua, “Circles”, yang diambil dari album Live in Japan (2004), dibawakannya kemudian dengan suara yang powerful. Berkelindan indah dengan raungan gitar, dentingan keyboard, betotan bas, dan tabuhan drum.

 Thank you very much. What are guys doing?” serunya dari atas panggung.

Incubus Bayar Lunas Kerinduan Penggemarnya di Jakarta
(Foto: kompas.com)

Seruan itu dengan segera mengundang histeria para Incunesia. Mereka bergoyang, berjingkrak, dan bernyanyi bersama Boyd dalam hampir semua lagu seperti “Nimble Bastard”, “Anna Molly”, dan “Drive”. Pada lagu yang disebut terakhir itu, Boyd dan Incunesia memperlihatkan sebuah harmoni. Pada mulanya, para Incunesia begitu bersemangat. Namun, mendadak mereka “padam” ketika mendengar dentingan keyboard dari Chris Kilmore. Boyd langsung menyanyikan bait awal lagu “Drive”, yang disambut Incunesia dengan teriakan histeris. Lalu ikut bernyanyi.

Tabuhan drum beradu dengan melodi gitar elektrik dan gitar bass menemani denting keyboard. Sebuah persembahan yang lebih tenang dan lembut. “Sing with me!” seru Boyd sambil melangkah ke depan panggung dan mengarahkan pelantang suara kepada ribuan Incunesia.

Para Incunesia tidak melewatkan momen itu. Serentak mereka bernyanyi. Dan serentak itu pula bebunyian dari alat musik berhenti. Yang terdengar hanyalah suara Incunesia yang begitu bersemangat menyanyikan bagian refrain lagu bersama Boyd. Sebuah momen yang sangat indah dan tak terlupakan.

Incubus Bayar Lunas Kerinduan Penggemarnya di Jakarta
(Foto: kumparan.com)

Lagu-lagu seperti “Paper Shoes”, “Pantomime”, “Nice to Know You” “Trust Fall”, dan “Stellar” dibawakan kemudian dengan apik oleh Boyd dan teman-temannya. Demikian juga beberapa lagu lain seperti “Vitamin”, “Loneliest”, dan “Wish You Were Here”. Namun, Incunesia rupanya belum puas. Mereka berteriak, “We want more” ketika Boyd dan teman-temannya sudah turun dari panggung.

Teriakan itu “memaksa” Boyd, Kenney, Einziger, Pasillas, dan Kilmore kembali ke panggung. Dan sama seperti sebelumnya, tanpa basa-basi, mereka kembali menggebrak panggung dengan “I Miss You”. Para Incunesia ikut bernyanyi mulai dari bait pertama. Pada pertengahan lagu, musik perlahan hilang, sehingga yang terdengar adalah suara Boyd dan ribuan Incunesia. Bersama mereka menyanyikan lirik-lirik lagu itu.

Incubus Bayar Lunas Kerinduan Penggemarnya di Jakarta
(Foto: google)

Lagu terakhir yang dipersembahkan Boyd dan teman-temannya adalah “Warning”. Pada penghujung lagu, Kenny dan Einziger mengangkat gitar mereka ke udara. Lalu satu per satu personel Incubus berkumpul di depan panggung. Mereka berangkulan dan membungkukkan badan kepada ribuan Incunesia. Bentuk penghormatan itu dibalas Incunesia dengan tepukan tangan yang meriah dan teriakan histeris.


#YUKKpakeYUKK

 

 

 

 

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry