Ilmuwan Ungkap 3 Skenario Terburuk Virus Corona

News | 26 June 2020
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Hingga Jumat (26/6) siang ini, seperti dikutip YUKK dari Worldometers, jumlah kasus Covid-19 secara global mencapai 9.714.860 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 5.250.087 orang yang berhasil disembuhkan. Dan yang meninggal dunia mencapai 491.856 orang.

Melihat terus bertambahnya jumlah kasus dari hari ke hari, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa pada pekan depan, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 10 juta kasus.

“Pada bulan pertama wabah, kurang dari 10 ribu kasus dilaporkan ke WHO. Sebulan terakhir, hampir 4 juta kasus dilaporkan,” kata Tedros Adganom Ghebreyesus, Sekretari Jenderal WHO seperti dikutip dari News.com.au.

Para dokter Italia sedang menangani pasien Covid-19 (Foto: AP)

Lalu kapan pandemi ini akan berakhir? Tidak ada yang tahu pasti. Para ilmuwan dari Universitas Minnesota justru mengungkapkan 3 skenario dari pandemi ini. Salah satunya bahkan disebut sebagai skenario terburuk dari pandemi Covid-19.

Skenario pertama: diperkirakan adanya serangkaian gelombang kecil. Gelombang kecil ini terjadi secara berulang menyusul gelombang pertama. Skenario ini disebut sebagai peaks and valleys.

Penanganan pasien Covid-19 di China (Foto: Chinatopix via AP)

Skenario kedua adalah fall peak. Ini adalah skenario terburuk dan diperkirakan terjadi di belahan bumi utara pada musim gugur yang berlangsung September—Desember. Skenario ini disebut-sebut mirip yang terjadi pada wabah flu Spanyol pada 1918 dan 1919. Perkiraan ini didasarkan pada kemungkinan belum adanya vaksin hingga 2022, mudahnya virus menular, dan banyaknya orang terinfeksi tanpa gejala.

Skenario ketiga adalah slow burn. Skenario ini baru diklaim belum pernah teramati pada kasus-kasus pandemi. Pada skenario ini, gelombang pertama Covid-19 akan diikuti dengan penularan dan kemunculan kasus tanpa pola yang jelas.

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Skenario mana yang akan terjadi, tidak ada yang tahu. Para ilmuwan hanya mengingatkan dunia bahwa pandemi ini belum akan selesai dalam waktu dekat.

“Harus bersiap untuk aktivitas dengan Covid-19 yang signifikan dalam setidaknya 18-24 bulan,” kata para ilmuwan.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry