Gempa Banten Tidak Berpotensi Tsunami

News | 23 January 2018
Gempa Banten tidak berpotensi tsunami
Pusat Gempa (Foto: kompas.com)

Selasa (23/1) siang. Jarum jam menunjukkan waktu sekitar pukul 13.34 WIB ketika seluruh pengguna gedung Lippo St. Moritz, Puri, Jakarta Barat, bergegas meninggalkan ruangan melalui tangga darurat. Mereka berlari seiring goncangan gempa dan raungan alarm.

Gurat ketakutan dan kepanikan terlihat jelas pada wajah-wajah mereka. Maklum, guncangan itu, sekalipun tidak lama, cukup kuat. Sangat terasa hingga di lantai paling atas. Dan untuk bisa sampai ke lobi, mereka melewati belasan lantai di gedung itu.

Gempa Banten tidak berpotensi tsunami
Pengguna Gedung Lippo St. Moritz berkumpul di depan lobi (Foto: Ferry/YUKK)

Para karyawan dari sejumlah perusahaan yang berkantor di gedung itu berkumpul di luar gedung, di depan lobi. Demikian juga para karyawan dan pengunjung Lippo Mall Puri serta para penghuni The St. Moritz Penthouses & Residences yang berdiri di seberang Lippo St. Moritz.

Yang terjadi di kawasan Lippo Mall Puri ini pun terjadi di hampir semua sudut di Jakarta. Semua orang berlari keluar dari rumah atau dari gedung-gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Berusaha menyelamatkan diri sebelum keadaan berubah mencekam.

Baca juga : Banten dan Aceh Kembali Diguncang Gempa

Gempa Banten tidak berpotensi tsunami
PNS berhamburan keluar dari Balai Kota (Foto: detikcom)

Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi yang guncangannya terasa hingga di Jakarta, Bekasi, dan Lampung itu terjadi Lebak, Banten. Kekuatannya mencapai 6,4 SR.  Menurut Daryono, Kepala Bidang Informasi dan Gempa Bumi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), gempa bumi itu disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menghujam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Banten.

“Gempa berkekuatan 6,4 SR. Pusat gempa 81 km barat daya Lebak, Banten. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” katanya seperti dilansir detikcom.

Gempa Banten tidak berpotensi tsunami
Rumah warga rusak akibat gempa (Foto: kompas.com)

Kaprawi, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Lebak, Banten, mengatakan bahwa akibat gempa ini, 105 rumah warga di 7 kecamatan di Kabupaten Lebak rusak parah.

“Petugas kami terus mendata di lapangan. Kami dibantu tokoh masyarakat, TNI/Polri, dan warga,” katanya seperti dilansir kompas.com.

Hingga berita ini diturunkan, kerusakan rumah paling banyak terjadi di Kecamatan Panggarangan, yaitu 85 rumah. Kerusakan umumnya terjadi di bagian atap. Sebelumnya, data sementara yang diperoleh dari BPBD Lebak, setidaknya sudah 45 rumah rusak: 3 rumah di Kecamatan Bayah, 1 rumah di Kecamatan Wanasalam, 32 rumah di Kecamatan Panggarangan, 6 rumah di Kecamatan Cilograng, 1 rumah di Kecamatan Lebak Gedong, dan 2 rumah di Kecamatan Sobang.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
1
wow
0
sad
0
angry