Ditolak Dokter, Pria Ini Meninggal di Tempat Parkir

News | 1 February 2021
Ditolak Dokter, Pria Ini Meninggal di Tempat Parkir
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sebuah tragedi terjadi di Amerika Serikat. Seorang lelaki dari Missouri, meningga dunia di tempat parkir sebuah rumah sakit lantaran dokter menolak untuk merawatnya. Alasan dokter adalah lelaki itu pernah diperiksa dua kali di rumah sakit itu dan hasilnya tidak menunjukkan penyakit apa pun.

Lelaki itu adalah David Alexander Bell. Lelaki berusia 39 tahun itu mengalami nyeri dada yang parah. Pada Minggu (8/1) lalu, cerita Sadie Bell, istrinya, dia dibawa dua kali ke Rumah Sakit Barnes-Jewish di St. Peters.

Di rumah sakit itu, Direktur Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Wilayah Tengah itu hanya diberikan resep ibuprofen. Lalu disuruh pulang. Tidak beberapa lama kemudian, dia dilarikan lagi ke rumah sakit yang sama oleh teman-temannya setelah dia mengalami sesak napas.

Ditolak Dokter, Pria Ini Meninggal di Tempat Parkir
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sadie langsung menelepon petugas pemadam kebakaran untuk mencari tahu ke mana suaminya dibawa.

“Saya menelepon petugas pemadam kebakaran karena salah satu dari mereka membawa Suami saya. Saya bertanya, ‘Ke rumah sakit mana Anda membawanya?’ Kemudian dia berkata, ‘Saya membawanya ke Rumah Sakit Barnes-Jewish di St. Peters karena saya tahu kalian pernah ke sana’,” cerita Sadie seperti dikutip dari New York Post.

Segera setelah menelepon petugas pemadam kebakaran, Sadie bergegas ke rumah sakit. Di situ, dia menemukan suaminya sedang duduk di atas kursi roda di tempat parkir. Dia memohon kepada dokter untuk menerima suaminya. Namun, mereka tetap menolak.

“Dia sudah berada di sini dua kali untuk hal yang sama dan kami sudah mendiagnosisnya,” kata pihak rumah sakit.

Ditolak Dokter, Pria Ini Meninggal di Tempat Parkir
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sadie benar-benar tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Rumah sakit tidak mau menerima suaminya. Sementara itu, keadaan suaminya makin memburuk, hingga menghembuskan napas terakhirnya.

“Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan dan saya tidak mengerti mengapa mereka tidak membantunya. Saya tidak ingin ada keluarga yang merasakan apa yang kami rasakan saat ini,” keluhnya.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
1
sad
0
angry