Dalam Tidur Panjangnya, Echa Tetap Makan dan Mandi

News | 27 October 2017
Echa Si Putri Tidur
(Foto: netz.id)

Selama 13 hari Siti Raisa Miranda tidur. Ketika sang ayah, Mulyadi, mengungkapkan hal itu melalui akun Facebook-nya, Moel Ya Lo Ve, pada 18 Oktober lalu, gadis cantik berusia 13 tahun itu sudah tidur 10 hari 10 malam. Sebuah periode tidur yang sangat panjang. Gara-gara hal itu, ia dijuluki sebagai “Putri Tidur dari Banjarmasin”.

Diduga kuat bahwa Echa, demikian panggilannya, mengidap sindrom Kleine-Levin. Sindrom putri tidur. Sebuah gangguan yang menyebabkan penderitanya tidur lelap dalam waktu yang sangat lama. Bahkan bisa sampai sebulan.

Echa Si Putri Tidur
Mulyadi setia menjaga putrinya (Foto: netz.id)

Yang menarik adalah Echa tetap makan, mandi, dan buang air kecil dan besar selama periode tidur panjangnya itu. Pada tiga hari pertama, ia diberi minum oleh ibunya, Siti Lili Rusita, dengan cara meneteskan air ke dalam mulutnya. Pada hari keempat, Echa sempat membuka mata dan berjalan ke kamar mandi. Namun, ia berjalan dalam keadaan linglung.

“Mulai ada pergerakan. Bangun sendiri badannya. Abis itu tidur lagi,” cerita Lili seperti dilansir dari kumparan.com, Rabu (25/10).

Echa si Putri Tidur
Echa dijenguk oleh tiga orang gurunya (Foto: banjarmasinpost.co.id)

Lili mencoba menyuapi putrinya itu. Dalam kondisi tertidur, Echa mengunyah makanan yang dimasukkan ke dalam mulutnya.

“Kita kasih makan, tapi dalam posisi tidur. Dia ngunyah, tapi matanya merem. Kalau dia lagi malas ngunyah, ya, langsung ditelan,” ungkapnya.

Selain makan, Echa juga bisa berjalan ke kamar mandi. Dan ia berjalan dalam keadaan tidur. Tidak ubahnya orang mengigau.

“Kalau pipis atau BAB, biasanya kadang dipapah ke WC. Kadang dia jalan sendiri, tapi dengan kondisi mata tertutup. Mandi juga dalam keadaan tidur. Waktu saya gosokkin giginya, dia bisa kumur,” sambungnya.

Echa si Putri Tidur
Echa dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut (Foto: banjarmasinpost.co.id)

Echa baru bisa sadar Sabtu (21/10) lalu. Ia sempat membuka matanya dan berkomunikasi dengan orang tuanya. Namun, tak lama setelah itu, ia kembali tidur. “Sabtu bangun, Minggu bangun. Bisa beraktivitas. Makan sendiri, mandi sendiri. Terus tidur lagi,” imbuhnya.

Selasa malam, yang terjadi justru sebaliknya. Ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Keesokan harinya, ketika banyak tamu yang datang untuk melihatnya, ia justru tidur. Suara dan sentuhan orang tidak bisa membangunkannya.

Petugas dari Dinas Kesehatan sudah datang dan memeriksa kondisi Echa. Hasilnya adalah tubuh Echa sehat. Tidak ada masalah. “Cek darah dan lain-lain itu semuanya normal. Tidak ada keluhan,” katanya.

Echa si Putri Tidur
Echa disuapi ibunya di rumah sakit (Foto: banjarmasinpost.co.id)

Kamis (26/10) lalu, Echa dibawa ke RSUD Anshari Saleh, Banjarmasin, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia dirawat di Ruang Berlian setelah sebelumnya dibawa ke IGD.

“Tadi pagi datang dokter saraf dan  psikiater dari Puskesmas, terus dibilang untuk dibawa ke rumah sakit. Ya, sudah. Saya nurut saja,” kata Mulyadi.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
1
wow
1
sad
0
angry