Covid-19 dan Cacar Monyet Belum Kelar, Sudah Muncul Ancaman Virus Baru

Covid-19 dan Cacar Monyet Belum Kelar, Sudah Muncul Ancaman Virus Baru
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Covid-19 belum selesai. Jumlah kasus baru terus bermunculan seiring dengan munculnya mutasi baru. Demikian juga dengan cacar monyet. Pada Juli lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kasus konfirmasi cacar monyet mencapai lebih dari 6.000 kasus di seluruh dunia.

Ketika dunia masih berjuang mengatasi kedua masalah besar ini, sudah muncul ancaman baru lainnya. Baru-baru ini, seperti dikutip dari Newsweek, para peneliti menemukan Langya henipavirus (LayV) di China. Virus zoonosis telah menginfeksi 35 orang di Provinsi Henan dan Shandong.

Covid-19 dan Cacar Monyet Belum Kelar, Sudah Muncul Ancaman Virus Baru
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Langya virus ini diketahui berasal dari keluarga yang sama dengan virus nipah yang mematikan dan biasanya ditemukan pada kelelawar. Seperti virus corona, virus nipah juga menyebar melalui sekresi pernapasan, tapi lebih berbahaya lantaran bisa membunuh tiga perempat manusia. WHO bahkan telah mendaftarkan virus nipah sebagai yang paling mungkin menyebabkan pandemi berikutnya.

Virus ini, seperti diungkapkan dalam sebuah penelitian, sebenarnya sudah menginfeksi manusia pada 2019 lalu. Namun, pada awal pandemi Covid-19, para peneliti dari Institut Mikrobiologi dan Epidemiologi Beijing tidak menemukan lagi infeksi Langya virus, sehingga mereka menghentikan penelitian atas virus itu dan fokus terhadap penyebaran Covid-19. Ternyata 11 kasus Langya virus ditemukan mulai Juli 2020 hingga saat ini.

Covid-19 dan Cacar Monyet Belum Kelar, Sudah Muncul Ancaman Virus Baru
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Gejala paling umum dari Langya virus adalah demam. Selain itu, muncul beberapa gejala lainnya seperti batuk (50%), kelelahan (54%), kehilangan nafsu makan (50%), nyeri otot (46%), dan muntah (38%). Namun, hingga saat ini, belum ada laporan kematian karena serangan virus ini.

“Dalam kasus yang lebih parah, pasien telah menunjukkan penurunan sel darah putih, jumlah trombosit yang rendah, gagal hati, dan gagal ginjal. Tidak ada kematian yang dilaporkan sejauh ini,” demikian laporan kasus Langya seperti dikutip dari Newsweek.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry