Cerita Saksi Mata Ambrolnya Lantai Mezanin BEI: “Lihat teman-teman sudah pada jatuh”

News | 16 January 2018
Cerita saksi mata ambrolnya lantai mezanin gedung BEI
(Foto: Dok. Arie-pembaca detikcom)

Senin (15/1) siang. Waktu menunjuk tengah hari ketika Suci dan 49 temannya dari Universitas Bina Darma, Palembang, memasuki Gedung BEI (Bursa Efek Indonesia) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Sama seperti pengunjung yang lain, Suci dan teman-temannya pun menjalani pemeriksaan di pintu. Yang perempuan lebih dahulu diperiksa. Sementara yang laki-laki belakangan.

Setelah diperiksa, seperti dilansir dari kompas.com, Suci dan beberapa temannya langsung naik ke lantai satu. Mereka diarahkan menuju sebuah ruangan yang terletak di lantai dua Tower 2. Teman-temannya, yang berada di belakangnya, sedang melintasi selasar ketika ia memasuki sebuah ruangan yang terletak tidak jauh dari situ. Kira-kira 2 m. Pada saat itulah, lantai mezanin itu ambrol. Dan ia melihat teman-temannya berjatuhan bersama lantai dan material lainnya.

Baca juga : Ternyata Ini Penyebab Ambrolnya Lantai Mezanin di BEI

“Iya. Saya di ujungnya (ruangan). Saya ngelangkahkan kaki sebelah kiri. Terus lihat teman-teman sudah pada jatuh,” ceritanya di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta Pusat.

Cerita saksi mata ambrolnya lantai mezanin gedung BEI
(Foto: fajar.co.id)

Dalam sekian detik, keadaan berubah menjadi sangat mencekam.  Belasan orang temannya jatuh menghantam lantai. Teriakan histeris terdengar di mana-mana. Beriringan dengan rintihan kesakitan teman-temannya yang tertimpa material.

Ia benar-benar panik. Ingin sekali ia turun untuk menyelamatkan teman-temannya itu, tapi tidak tahu harus lewat mana. Pandangannya pun tertutup oleh debu yang beterbangan. Beberapa temannya yang masih berada di lantai dasar berteriak memintanya untuk tidak turun.

“Saya mau turun, tapi katanya (teman-teman) jangan dulu. Masih banyak debu,” kata gadis cantik ini.

Cerita saksi mata ambrolnya lantai mezanin gedung BEI
(Foto: kompas.com)

Apa yang dilihat Suci juga dilihat oleh seorang temannya yang lain yang tidak mau namanya disebut. Ketika tragedi itu terjadi, ia sedang naik tangga menuju lantai satu.

“Saya lihat semua jatuh. Ada yang tertimpa. Saya langsung turun bantu teman-teman. Kami enggak kena karena cowok kan belakangan diperiksa. Yang duluan cewek-cewek. Bahkan saya yang terakhir diperiksa,” cerita mahasiswa itu.

Dia dan mahasiswa lainnya langsung bergerak menolong teman-teman mereka yang terjatuh dan tertimpa material selasar. Mereka dibantu oleh petugas keamanan gedung dan pengunjung lainnya. “Setelah dibawa keluar, kami bantu obati yang luka,” katanya.

Cerita saksi mata ambrolnya lantai mezanin gedung BEI
(Foto: kompas.com)

Studi Banding yang Pahit
Sehari sebelumnya, Minggu (14/1), 90 orang mahasiswa semester 5 dari Program Studi Akuntansi, Universitas Budi Darma, Palembang, Sumatera Selatan, berangkat ke Jakarta dengan bus pariwisata. Mereka didampingi beberapa orang dosen. Tujuan mereka adalah melakukan studi banding di beberapa tempat di Jakarta dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Cerita saksi mata ambrolnya lantai mezanin gedung BEI
Pihak kampus mengirimkan tim dosen untuk mengecek dan membantu para mahasiswa yang menjadi korban (Foto: merdeka.com)

Keesokan harinya, 50 orang mahasiswa melakukan kunjungan ke Gedung BEI. Dari 50 orang mahasiswa itu, beberapa di antaranya menjadi korban ambrolnya selasar. Ada yang mengalami patah tulang leher dan kaki. Sementara yang lain mengalami cedera dan luka ringan.

Segera setelah peristiwa nahas itu terjadi, pihak universitas langsung mengirim sejumlah dosen untuk mengecek dan membantu mahasiswa yang menjadi korban.

“Setelah menerima kabar bahwa mahasiswa yang sedang melakukan studi banding di Bursa Efek Indonesia menjadi korban ambruknya salah satu bagian selasar gedung tersebut, langsung dibentuk tim dosen untuk ke Jakarta,” kata Rahmawati, Humas Universitas Bina Darma, seperti dilansir dari tirto.id.

Cerita saksi mata ambrolnya lantai mezanin gedung BEI
(Foto: kompas.com)

Para mahasiswa yang mengalami patah tulang leher dan kaki akan mendapatkan pendampingan dari dosen. Mereka akan medapatkan perawatan dari rumah sakit secara maksimal hingga sembuh total. Sementara yang mengalami luka ringan, setelah diperiksa dan diobati di beberapa rumah sakit, sudah bergabung dengan teman-teman mereka.

Baca juga : Bagaimana Menyembuhkan Trauma dari Tragedi Mezanin BEI?

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
1
sad
0
angry