Bukannya Lukisan Van Gogh, Presiden Donald Trump Justru Ditawari Toilet

Bukannya Lukisan Van Gogh, Presiden Donald Trump Justru Ditawari Toilet Emas 18 Karat
Presiden Donald Trump (Foto: aljazeera.com)

Meminjam lukisan dari museum untuk digantung di Gedung Putih adalah hal biasa yang dilakukan para presiden Amerika Serikat. Sudah sejak dulu, orang nomor satu di negeri Paman Sam itu meminjam berbagai karya seni untuk menghiasi berbagai ruangan di Gedung Putih.

Donald Trump mengikuti apa yang dilakukan para presiden sebelumnya. Ia dan ibu negara Melania Trump berniat meminjam karya Van Gogh dari sebuah museum di New York untuk menghiasi Gedung Putih. Karya yang dimaksud adalah lukisan tentang seorang lelaki dan anjingnya di tengah salju. Lukisan itu dibuat pada tahun 1888.

Bukannya Lukisan Van Gogh, Presiden Donald Trump Justru Ditawari Toilet Emas 18 Karat
(Foto: news.sky.com)

Rupanya, seperti dilansir Associated Press, Museum Guggenheim di New York itu tidak bisa memenuhi permintaan Trump dan istrinya. Namun, kepala kurator museum itu punya solusi lain.

“Kami minta maaf karena tidak bisa mengakomodasi permintaan awal Anda. Namun, kami berharap tawaran khusus ini bisa menarik,” tulis Nancy Spector, sang kurator, dalam sebuah surat elektronik kepada sang presiden.

Bukannya Lukisan Van Gogh, Presiden Donald Trump Justru Ditawari Toilet Emas 18 Karat
(Foto: news.sky.com)

Tawaran yang diberikan Nancy adalah sang presiden bisa meminjam toilet dalam jangka yang panjang. Namun, toilet itu bukanlah toilet biasa. Toilet itu sangat istimewa. Mengapa? Toilet itu terbuat dari emas 18 karat.

“Tentu saja ini sangat berharga dan agak rapuh, tapi kami akan memberikan semua instruksi pemasangan dan perawatannya,” tambahnya.

Bukannya Lukisan Van Gogh, Presiden Donald Trump Justru Ditawari Toilet Emas 18 Karat karya Maurizio Cattelan
Maurizio Cattelan (Foto: news.sky.com)

Toilet yang diberi judul “America” itu biasa digunakan oleh pengunjung. Nilainya mencapai US$1 juta atau setara dengan Rp13,3 miliar. Toilet yang dibuat oleh seniman Italia bernama Maurizio Cattelan ini kerap dipandang sebagai karya satire untuk menyinggung kekayaan yang berlebihan di Amerika Serikat.

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry