Bersaudara Dalam Darah, Bersaudara Dalam Ide: Sebuah Perjalanan

Bersaudara Dalam Darah, Bersaudara Dalam Ide: Sebuah Perjalanan
Stevanus Rahardja (Foto: YUKK)

Anak ke-2 dari 4 bersaudara itu memang anak yang aktif. Periang. Lebih suka jail. Entah itu kepada kakak dan adiknya, entah itu kepada orang tuanya.

“Kalau saya tiba-tiba diam, mereka pasti tahu. ‘Pasti ada apa-apa, nih.’ Saya, kan, bisa tiba-tiba berubah drastis. Bisa tiba-tiba diam,” kata Stevanus Rahardja.

Jika sedang kalut atau ketika sedang menghadapi masalah, biasanya dia mencurahkan isi hatinya kepada kedua adik perempuannya. Kadang juga kepada ibunya.

“Tapi kalau soal main bareng, pasti sama Kakak,” ujar Co-founder dan CEO PT YUKK Kreasi Indonesia ini.

Bersaudara Dalam Darah, Bersaudara Dalam Ide: Sebuah Perjalanan
(Foto: YUKK)

Dia dan kakaknya, Wira Rahardja, memang dekat. Mereka belajar di sekolah yang sama, Sekolah Kristen Kalam Kudus. Juga kuliah di universitas yang sama, Deakin University, Australia.

“Kita pilih Australia karena, dari segi keuangan, lebih affordable daripada di Amerika. Jaraknya juga tidak terlalu jauh. Cuma 6 jam naik pesawat. Tambahan lagi, sudah ada rumah tinggal di sana,” ungkapnya.

Dia menyusul kakaknya ke Australia setelah tidak naik kelas di Kalam Kudus.

“Puji Tuhan, di sana, saya jadi dapet fast track. Di sana, saya loncat. Saya udah langsung masuk diploma 1 tahun,” katanya.

Bersaudara Dalam Darah, Bersaudara Dalam Ide: Sebuah Perjalanan
(Foto: YUKK)

Jurusan pilihannya adalah Finance dan International Trade. Dia sebenarnya bingung ketika memilih jurusan kedua itu.

“Kan harus ambil 2 degree. Karena saya sudah ngambilFinance, tinggal satu lagi, nih. Eh,dapetnyayang ini. Emangcarinya yang mepet-mepet,” ceritanya sambil tertawa.

Lulus kuliah, dia sempat tinggal di Australia. Dia kemudian kembali ke Indonesia dan bersama kakaknya membantu ayahnya menjalankan bisnis. Setelah itu, mereka membangun bisnis bersama.

“Rata-rata bisnis yang kita jalankan itu inspiratornya adalah Wira. Saya sama Wira kan memang tandem. Terus kita membentuk tim,” jelas lelaki kelahiran Jakarta, 30 September 1986, ini.

Bersaudara Dalam Darah, Bersaudara Dalam Ide: Sebuah Perjalanan
(Desain: YUKK)

YUKK adalah salah satu ide Wira yang kini sedang berkembang. Ide ini sebenarnya sudah muncul pada tahun 2014 lalu. Ketika itu, belum ada aplikasi seperti YUKK.

“Cuma karena kita terbatas pada dana dan harus mencari investor yang berminat dan sejalan dengan inspirasi kita ini, kita jadi lebih lama menjalankan YUKK ini,” ungkapnya.

Wira membagikan ide itu kepadanya. Mengajaknya untuk bersama-sama membangun dan mewujudkan ide itu. Dan dia menerima ajakan itu.

Bersaudara Dalam Darah, Bersaudara Dalam Ide: Sebuah Perjalanan
Pengguna melakukan pembayaran dengan aplikasi YUKK (Foto: Dok. YUKK)

“Kita sudah kerja bareng dan dari kecil emang gede bareng. Apa yang dia informasikan kepada saya, pasti saya sudah langsung percaya. Perkara bisnis mau jalan atau gak, saya percaya dulu. Dan saya percaya dia selalu memikirkan detail sampai sebelum running the business,” terangnya.

Dengan bantuan dari tiga orang saudara mereka, yaitu Agustino, Julius Agus Salim, dan Titik, mereka membangun YUKK. Mereka berkomitmen untuk membuat YUKK menjadi sebuah aplikasi yang bermanfaat untuk masyarakat. Tidak hanya memudahkan aktivitas masyarakat, tapi juga membuatnya menjadi lebih efektif dan efisien.

Bersaudara Dalam Darah, Bersaudara Dalam Ide: Sebuah Perjalanan
Jumlah pengguna aplikasi YUKK terus bertambah (Foto: YUKK)

“Memang sempat ada pertimbangan tentang keadaan masyarakat yang masih belum banyak menggunakan smartphone; masih ada yang menggunakan CDMA. Namun, itu tidak terlalu banyak. Tambahan lagi, harga smartphone sekarang sangat terjangkau,” paparnya.

Sejak awal, dia sudah yakin bahwa YUKK akan berkembang. Ide yang dilontarkan kakaknya itu adalah ide yang unik. Dan ide seperti itulah yang menjadi titik kekuatan mereka.

“Kita harus tahu dulu kita punya strength di mana sebelum kita jalani company. Kalau dari awal kita takutnya banyak, pada akhirnya semuanya hanya akan menjadi dreaming aja,” katanya.

Bersaudara Dalam Darah, Bersaudara Dalam Ide: Sebuah Perjalanan
(Foto: Istimewa)

Saat ini, masyarakat sudah mengenal YUKK. Jumlah penggunanya terus bertambah dari hari ke hari. Demikian juga jumlah merchant yang bergabung dengan YUKK, baik online merchant maupun offline merchant.

 “YUKK ini menjadi jembatan dunia offline dan online. YUKK seperti inilah yang kita harapkan pada tahun 2014/2015 lalu,” ujarnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK 

 

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry