Berkaca pada Kasus Kualanamu, Begini Membedakan Alat Swab Baru dan Daur Ulang

Berkaca pada Kasus Kualanamu, Begini Membedakan Alat Swab Baru dan Daur Ulang
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Selasa (27/4) lalu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sumatera Utara menggerebek tempat pelayanan rapid test antigen di Lantai Mezzanine, Bandara Kualanamu, Deliserdang. Para staf dari laboratorium Kimia Farma diduga menggunakan alat tes bekas pakai untuk memeriksa calon penumpang pesawat terbang. Polisi menangkap 5 orang dalam penggerebekan itu.

Dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (28/4), terungkap bahwa stik bekas pakai yang digunakan dalam rapid test (swab) antigen calon penumpang pesawat di Bandara Kualanamu dicuci dengan alkohol 75 persen di Kantor PT Kimia Farma yang terletak di Jalan RA Kartini, Medan. Selanjutnya stik daur ulang itu dikirim ke Kimia Farma Bandara Kualanamu untuk digunakan kembali kepada calon penumpang pesawat. Polisi sudah menetapkan 6 orang sebagai tersangka.

Berkaca pada Kasus Kualanamu, Begini Membedakan Alat Swab Baru dan Daur Ulang
Penggerebekan di bandara Kualanamu (Foto: Dok. Polda Sumut)

Peristiwa ini tentu saja meresahkan masyarakat. Bukan tidak mungkin bahwa masyarakat akan takut untuk menjalani swab. Lalu bagaimana caranya membedakan alat swab bekas pakai dan yang masih baru?

Menurut Ahli Patologi Klinik Laboratorium Primaya Hospital Karawang, dr. Hadian Widyatmojo, SpPK, pasien bisa meminta petugas swab untuk membuka alat swab yang masih baru di depan pasien yang akan menjalani tes.

“Anda bisa mencurigai jika tidak melihat alat swab tersebut dibuka dari tempatnya di depan Anda,” katanya seperti dikutip YUKK dari detikHealth.

Berkaca pada Kasus Kualanamu, Begini Membedakan Alat Swab Baru dan Daur Ulang
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Alat swab itu harus dibuka sesaat sebelum tindakan swab dilakukan.

“Petugas akan membuka bungkus plastiknya sesaat sebelum tindakan swab untuk menjaga agar alat tersebut tetap steril dan mencegah kontaminan,” tambah dr. Dwi Fajaryani, SpPK, dari Klinik Primaya Hospital.

Berkaca pada Kasus Kualanamu, Begini Membedakan Alat Swab Baru dan Daur Ulang
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Masyarakat juga bisa memperhatikan indikasi-indikasi lainnya untuk mendeteksi apakah alat swab tersebut adalah baru atau bekas pakai. Indikasinya adalah permukaan swab stick berwarna putih bersih, masih mulus atau tidak kelihatan bergerigi, dan tidak beraroma.

“Alat swab Ag harus mempunyai Nomor Izin Edar (NIE) dari Kementerian Kesehatan. Pasien dapat meminta petugas untuk diperlihatkan Sertifikat NIE dari vendor alat,” tambah dr. Selvi Josten, SpPK.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry