Banjir di Mana-Mana? Waspadai 6 Penyakit Berbahaya Ini!

Banjir di Mana-Mana? Waspadai 7 Penyakit Berbahaya Ini!
(Foto: google)

Tingginya curah hujan menyebabkan banjir. Lihat saja apa yang terjadi di Yogyakarta pada akhir November lalu. Atau juga di Jakarta dalam beberapa hari terakhir ini. Sejumlah daerah terendam banjir.

Tingginya banjir atau genangan air berbeda-beda di masing-masing daerah. Ada yang hanya setinggi 30 cm. Namun, ada juga yang lebih dari itu, sehingga menghanyutkan rumah dan penghuninya.

Banjir tidak hanya menyebabkan roda perekonomian lumpuh dan kerugian material yang tidak kecil, tetapi juga memicu munculnya masalah lain yang justru jauh lebih berat. Masalah itu adalah munculnya banyak penyakit berbahaya. Berikut ini beberapa penyakit berbahaya yang sering muncul ketika terjadi banjir:

Diare

Banjir di Mana-Mana? Waspadai 7 Penyakit Berbahaya Ini!
Ilustrasi (Foto: google)

Bukan lagi aneh bahwa setelah terjadi banjir di mana-mana, banyak orang mengalami diare. Mengapa?  Karena ketika terjadi banjir, banyak sumber air minum, khususnya sumur yang dangkal, ikut tercemar. Banyak virus dan bakteri berbahaya yang mengkontaminasi air minum.

Demam Berdarah

Banjir di Mana-Mana? Waspadai 7 Penyakit Berbahaya Ini!
Ilustrasi (Foto: google)

Dalam musim hujan, terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti, nyamuk penular penyakit demam berdarah. Pasalnya, banyak sampah seperti kaleng bekas, ban bekas, dan tempat-tempat tertentu terisi air. Di tempat-tempat seperti itulah nyamuk aedes aegypti berkembang. Semakin meningkat populasi nyamuk itu, semakin tinggi pula risiko terjadinya demam berdarah dan penularannya.

Leptospirosis

Banjir di Mana-Mana? Waspadai 7 Penyakit Berbahaya Ini!
Ilustrasi (Foto: google)

Penyakit lain yang selalu muncul ketika terjadi banjir adalah leptospirosis. Leptospirosis, seperti dilansir dari alodokter.com, adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Penyakit ini disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini seperti anjing, tikus, sapi, dan babi. Di Indonesia, hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Jika seseorang yang menderita luka pada tangan atau kakinya atau bagian tubuh yang lain bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, orang itu bisa menderita leptospirosis.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Banjir di Mana-Mana? Waspadai 7 Penyakit Berbahaya Ini!
Ilustrasi (Foto: google)

Yang juga sering terjadi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Infeksi ini disebabkan oleh bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utamanya adalah batuk dan demam. Jika sudah sampai pada tahap yang berat, biasanya disertai sesak napas, nyeri dada, dan lain-lain.

Penyakit Kulit

Banjir di Mana-Mana? Waspadai 7 Penyakit Berbahaya Ini!
Ilustrasi (Foto: livestrong.com)

Inilah penyakit yang umumnya terjadi ketika terjadi banjir. Penyakit ini bisa berupa infeksi, alergi, atau lainnya. Faktor penyebabnya tidak lain daripada air yang kotor dan tercemar oleh berbagai bakteri dan virus berbahaya.

Penyakit Saluran Cerna

Banjir di Mana-Mana? Waspadai 7 Penyakit Berbahaya Ini!
Ilustrasi (Foto: alodokter.com)

Selain diare, masih ada penyakit saluran cerna lain yang juga sering terjadi. Salah satunya adalah demam tifoid. Demam tifoid atau tifus adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi. Pada umumnya, penyakit ini menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Itulah beberapa penyakit yang biasanya muncul pada musim hujan, khususnya ketika terjadi banjir. Oleh arena itu, jagalah kesehatanmu dengan sebaik-baiknya. Hindari banjir atau genangan air. Kuras bak mandi secara rutin dan kubur semua wadah yang menampung air, sehingga tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti. Konsumsilah makanan bergizi, rutinlah berolahraga, dan beristirahatlah yang cukup.

#YUKKpakeYUKK

 

 

0
like
0
love
0
haha
1
wow
0
sad
0
angry