Bagaimana Memisahkan Urusan Pribadi dari Pekerjaan?

Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
Ilustrasi (Foto: google)

Masih ada banyak orang yang hingga saat ini belum bisa dan berhasil memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan. Mereka masih mencampuradukkan keduanya. Urusan pribadi dibawa ke kantor; disangkutpautkan dengan urusan pekerjaan. Demikian pun sebaliknya: urusan pekerjaan dibawa ke rumah; dihubung-hubungkan dengan urusan pribadi.

Mencampuradukkan urusan pribadi dengan urusan kantor membuat orang tidak bisa bersikap profesional. Bahkan mencederai profesionalisme. Jika profesionalismemu sudah hancur, lalu apa lagi yang bisa kamu banggakan?

Sama seperti terhadap pekerjaan dan kariermu, mencampuradukkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan juga bisa mempengaruhi keharmonisan keluargamu. Jika apa yang terjadi di kantor atau tempat kerjamu mempengaruhi sikapmu terhadap istri dan anak-anakmu atau terhadap saudara dan orang tuamu, hilang kehangatan dalam keluargamu. Semakin lama situasi itu bertahan, semakin cepat rumah tangga dan keluargamu goyah.

Jika tidak bisa
Sebenarnya, profesionalisme tidak hanya berarti bekerja keras untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan, tetapi juga kemampuan dan ketegasan untuk memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan. Urusan pribadi, ya urusan pribadi. Urusan pekerjaan, ya urusan. Jika kamu tidak bisa memisahkannya, maka kamu akan…

  • Tertekan

    Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
    Ilustrasi (Foto: google)

    Tidak semua orang bisa mengatasi berbagai persoalan pada waktu dan kesempatan yang sama. Apalagi persoalan yang berat dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Bayangkan saja, di kantor kamu dibebani tugas yang tidak sedikit. Namun, pada saat yang sama, kamu juga sibuk mengurus masalah pribadi. Bukankah kamu akan tertekan? Bukankah kamu tidak bisa berkonsentrasi penuh pada tugas yang diberikan? Bukankah juga kamu akan tertekan dan tak bisa berpikir jernih kalau kamu membawa urusan kantor ke rumah, padahal di rumah pun ada masalah?

  • Keharmonisan keluarga terganggu

    Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
    Ilustrasi (Foto: huffingtonpost.com)

    Sebelum menikah, banyak orang membuat komitmen untuk saling menghargai, bekerja sama, dan sebisa mungkin meluangkan waktu untuk kepentingan bersama (keluarga). Komitmen seperti ini bisa terbangun baik kalau ada trust. Keluarga bisa berjalan karena trust itu. Kata Francis Fukuyama, dalam Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity, sebuah komunitas yang mutual dan kuat tergantung pada trust. Kalau kamu meluangkan lebih banyak waktu, bahkan ketika kamu berada di rumah, untuk urusan pekerjaan, bagaimana perasaan istri dan anak-anakmu? Bukankah itu berarti kamu mulai merongrong trust itu? Bukankah keharmonisan keluargamu terganggu? Kalau kamu membawa urusan kantor ke rumah, sehingga mengesampingkan waktu untuk bersenda gurau dengan anggota keluarga, bukankah kamu mulai menabur konflik dalam rumah tanggamu?

  • Karier hancur

    Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
    Ilustrasi (Foto: google)

    Jika kamu adalah seorang pemimpin, kegagalan memisahkan urusan pribadi dari urusan pekerjaan adalah sebuah kesalahan fatal. Kamu tidak akan bisa melihat persoalan dengan jernih. Tidak akan bisa mengambil keputusan yang bijaksana. Jika kamu adalah seorang pegawai atau bawahan, ketidakmampuan memisahkan urusan pribadi dari urusan kantor bisa berakibat fatal. Sikapmu itu akan menghambat pekerjaanmu dan banyak divisi lain yang berhubungan dengan divisimu. Jika sudah seperti itu, kariermu menjadi taruhannya.

 Apa yang harus kamu lakukan?

Ada beberapa cara praktis yang bisa kamu lakukan untuk memisahkan urusan pribadi dari urusan pekerjaan atau sebaliknya:

  • Ada waktunya

    Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
    Ilustrasi (Foto: google)

    Ingatlah bahwa segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk bekerja, ada waktu untuk bersantai bersama keluarga atau teman-teman. Ada waktu untuk bersikap dan bertindak serius, ada waktu untuk bersikap santai dan menyenangkan. Kalau sekarang saatnya kamu bekerja serius di kantor, bekerjalah dengan serius. Urusan di luar itu mesti kamu tangguhkan. Kalau sekarang saatnya kamu bermain bersama anak, saudara, ayah, ibu dan temanmu, bermain dan bercandalah bersama mereka. Urusan kantor dan pekerjaan yang berbelit-belit mesti kamu tangguhkan.

  • Manfaatkan waktu sebaik-baiknya

    Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
    Ilustrasi (Foto: google)

    Kamu harus tahu bahwa setiap menit berharga. Kata orang Jerman, setiap momen atau kesempatan itu einmaligh. Artinya, unik dan tidak akan terulang persis seperti itu. Jadi kalau kamu tidak bisa memanfaatkan waktu di kantor sebaik-baiknya untuk urusan kantor, kamu akan sulit mendapatkan waktu seperti itu lagi pada kemudian hari. Apalagi kesempatan seperti itu datangnya cuma sekali. Kalau kamu bermain atau bersantai bersama keluarga, manfaatkan waktu itu sebaik-baiknya. Kesempatan yang indah seperti itu terjadi cuma sekali. Kalau kamu memaksakan diri untuk mengulang kesempatan seperti itu, percayalah bahwa kesempatan itu tak akan datang sama persis seperti yang dulu.

  • Susun schedule

    Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
    Ilustrasi (Foto: google)

    Salah satu cara sederhana adalah membuat schedule. Susunlah jadwal yang jelas dan berusahalah untuk setia pada jadwal itu. Ini tidak berarti bahwa kamu akan terkungkung oleh jadwal itu. Ini soal primas kebutuhan dan atau prioritas. Susunlah jadwal yang jelas kapan kamu mengerjakan hal ini dan kapan mengerjakan hal itu; mana hal yang mesti diberi perhatian lebih dan mana yang biasa-biasa saja dan bisa ditangguhkan; kapan kamu pergi ke tempat itu dan kapan pergi ke tempat ini. Kapan bertemu dengan orang ini dan kapan bertemu dengan orang itu. Jadwal bisa membantu kamu untuk tetap fokus pada apa yang sudah kamu rencanakan.

  • Buatlah perbedaan situasi

    Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
    Ilustrasi (Foto: Boldsky)

    Salah satu trik sederhana bagaimana Anda bisa bersikap profesional adalah menciptakan perbedaan situasi. Situasi yang kamu ciptakan di kantor mesti berbeda dengan situasi yang kamu ciptakan di keluarga. Kalau kamu berada di kantor, berusahalah sebisa mungkin untuk serius. Apa pun tugas dan pekerjaanmu, kamu mesti serius. Bersikap serius tidak sama dengan tegang dan bermuka kusut. Senyum dan tertawa juga boleh. Namun, kamu menjalankan tugas dengan serius, tidak main-main dan tidak menunda-nunda. Kalau kamu berada di rumah, bersikaplah yang sebaliknya. Dahulukan urusan keluarga. Tangguhkan sejenak urusan pekerjaan. Kalau anak, saudara atau pasanganmu meminta kamu mendengarkan curahan hati mereka, luangkan waktumu barang sejenak untuk mendengarkan cerita mereka.

  • Berpakaian yang berbeda

    Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
    Ilustrasi (Foto: kindergartenprepchildcare.com)

    Cara lain yang bisa kamu coba adalah berpakaian yang berbeda. Pakaian yang kamu kenakan untuk pergi ke kantor mesti berbeda dengan yang kamu kenakan ketika berada di rumah. Pakaian kantor biasanya lebih formal dan terkesan kaku. Sementara pakaian untuk bersantai bersama keluarga lebih bebas, santai, dan ringan. Kalau kamu bisa membuat perbedaan seperti itu setiap hari, kamu akan tahu bagaimana mesti mengambil sikap terhadap pekerjaan atau apa pun yang kamu alami. Sederhananya, pakaian itu bisa menjadi pengingat. Ketika kamu berada di kantor, misalnya, dan kamu melihat pakaianmu atau mungkin orang lain, kamu akan ingat atau sadar bahwa sekarang kamu berada di kantor dan mesti menyelesaikan urusan kantor. Itu berarti urusan rumah atau keluarga tak boleh dibawa. Demikian pun sebaliknya ketika kamu berada di rumah.

  • Perbedaan telepon

    Bagaimana memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan?
    Ilustrasi (Foto: google)

    Kalau kamu punya lebih dari satu ponsel, buatlah pembagian yang jelas. Satu ponsel untuk urusan kantor dan satu ponsel untuk urusan pribadi. Ketika kamu berada di kantor, ponsel untuk urusan keluarga bisa kamu simpan di dalam tas atau di tempat yang aman. Tidak perlu dinonaktifkan karena bisa jadi ada hal yang sangat penting dan mendesak. Begitu pun sebaliknya. Ketika kamu berada di rumah, jauhkan ponsel yang kamu khususkan untuk urusan kantor barang sejenak. Jika ternyata ada hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang mesti dikerjakan atau diselesaikan, gunakan ponsel itu seperlunya saja. Setelah itu, kembalilah kepada keluargamu.

#YUKKpakeYUKK

 

 

 

 

2
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry