Apakah Penderita Penyakit Jantung Boleh Berpuasa?

Trik Berpuasa untuk Penderita Penyakit Jantung
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Berpuasa selama Ramadan adalah wajib. Namun, bagaimana jika kondisi kesehatan tidak mendukung? Apakah seorang penderita penyakit jantung tetap tidak boleh makan dan minum selama lebih dari 12 jam setiap hari?

Perlu diketahui bahwa penyakit jantung adalah salah satu penyakit mematikan. Penyakit ini menyerang siapa saja. Riskesdas 2018 mencatat bahwa prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter pada semua kelompok umur mencapai 1,5%.

Apakah penderita penyakit jantung tidak boleh berpuasa? Pasalnya, banyak penderita penyakit kardiovaskular mengonsumsi obat hingga 3 kali sehari. Obat akan melindungi dan mengatur irama jantung.

Trik Berpuasa untuk Penderita Penyakit Jantung
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ahli penyakit jantung, dr. Ario Soeryo Kuncoro, mengatakan bahwa pasien dengan penyakit jantung berat tidak dianjurkan untuk berpuasa. Mengapa? Karena puasa dapat memperburuk keadaan.

“Memang kami tidak menyarankan sebagian besar pasien dengan penyakit jantung berpuasa karena harus mengonsumsi obat, terutama pasien setelah operasi atau tindakan nonbedah,” katanya seperti dilansir cnnindonesia.com.

Yang boleh berpuasa adalah orang dengan penyakit jantung ringan dan mengonsumsi obat tidak lebih dari tiga kali sehari. Para penderita penyakit jantung ringan ini dapat mengatur waktu mengonsumsi obat: ketika sahur, ketika berbuka puasa, dan pada malam hari sebelum tidur.

Trik Berpuasa untuk Penderita Penyakit Jantung
Ilustrasi (Foto: Freepik)

“Ini salah satu tips dan trik untuk tetap mengonsumsi obat jantung pada bulan puasa,” katanya.

Penderita penyakit jantung ringan diharapkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

“Karena berkaitan dengan kondisi pasien, sebaiknya tidak mengambil keputusan sendiri untuk mengatur minum obat,” katanya.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry