Akhir Jalan Bondan Winarno, Si Bapak “Maknyus”

Akhir Jalan Bondan Winarno, Si Bapak “Maknyus”
(Foto: kompasiana.com)

Pada suatu siang di Singosari, Malang, Jawa Timur. Dengan langkah pasti, ia memasuki Depot 29, sebuah rumah makan yang terkenal dengan menu “sop kambing obat”-nya. Ia begitu energik sekalipun usianya sudah tidak lagi muda. Sudah 63 tahun kala itu. Wajahnya ceria.

Dengan senyuman khasnya, ia menyapa pemilik rumah makan itu yang datang dengan semangkok sop kambing obat. Bertanya-tanya sejenak tentang kekhasan menu andalan itu sebelum akhirnya menyedot sumsum tulang kambing. “Hmmm…lembut banget, ya,” pujinya setelah menyedot isi tulang kambing itu.

Akhir Jalan Bondan Winarno, Si Bapak “Maknyus”
(Foto: tempo.co)

Begitulah Bondan Winarno pada suatu hari pada tahun 2014 lalu. Menikmati sop kambing obat adalah bagian dari tugasnya sebagai pemandu acara Wisata Kuliner yang tayang di Trans TV itu. Kata-kata atau frasa seperti “top markotop” dan “maknyus” adalah pujian-pujian yang selalu keluar dari bibirnya. Saking seringnya kata “maknyus” diucapkannya, ia lalu dipanggil dengan nama “Bondan si Maknyus”.

Lelaki kelahiran Surabaya, 29 April 1950, itu tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia kuliner di tanah air. Dihargai dan dikagumi karena turut mengembangkan dan melestarikan dunia kuliner. Ia tak ubahnya jaminan kualitas dari sebuah produk kuliner. Sampai-sampai orang bilang “Kalau Bondan sudah bilang enak, berarti memang benar-benar enak”.

Akhir Jalan Bondan Winarno, Si Bapak “Maknyus”
(Foto: tempo.co)

Jurnalis dan pelopor Jalansutra, komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia, itu berjalan dari satu rumah makan ke rumah makan yang lain hanya untuk “mengulik” kekayaan kuliner bangsa ini. Terbang ke berbagai daerah untuk mencari tahu makanan dan minuman apa yang khas di situ. Tidak kenal lelah untuk mencari tahu dan kemudian mengabarkannya kepada banyak orang bahwa bangsa ini punya warisan budaya yang begitu berlimpah.

Hari ini, Rabu (29/11), adalah hari terakhir Bondan di dunia ini. Mantan Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat, ini, pada pukul 09.15 WIB, sudah menutup mata untuk selama-lamanya di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat. Ia meninggal karena gagal jantung. Ia meninggalkan seorang istri bernama Yvonne dan tiga orang anak: Gwendolin, Marisol, dan Elisio.

Akhir Jalan Bondan Winarno, Si Bapak “Maknyus”
(Foto: infoblora.com)

Rencananya jenazah Bondan akan dikremasi. “Sesuai kehendaknya. Dia ingin dikremasi. Jadi, kita akan kremasi,” kata Elisio Winarno, putra mantan Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Swasembada (1985), itu seperti dilansir detik.com.

Selamat jalan, Legenda Maknyus.

Baca juga :

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry