Ajudan Kapolda NTT yang Meninggal Setelah Salat Subuh Itu Seorang Ustaz dan Qory

Ajudan Kapolda NTT yang Meninggal Setelah Salat Subuh
Brigadir Polisi Furkan (Foto: Dok. Istimewa via kumparan.com)

Rabu, 24 Januari 2018. Jarum jam menunjukkan pukul 014.15 WITA. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Brigadir Polisi (Brigpol) Furkan M. Said bangun untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat: salat subuh.

Lelaki berusia 27 tahun itu memang tidak meninggalkan salat. Dalam kesibukan seperti apa pun, ia pasti punya waktu untuk berdoa dan menyembah Tuhan. Ia, seperti kata Brigjen Pol Krishna Murti dalam akun Facebook-nya, adalah salah seorang seorang ustaz andalan FPU (Formed Police Unit) 8.

“Almarhum juga merupakan salah satu ustaz andalan FPU 8 dan salah satu qory yang bersuara merdu dan selalu dinantikan setiap ada kegiatan keagamaan,” tulisnya.

Seorang temannya yang bernama Kevin sampai dibuatnya terkagum-kagum karena begitu setianya ia pada salat 5 waktu. Dia melihat dan merasakan sendiri bagaimana ustaz muda itu menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat.

Ajudan Kapolda NTT yang Meninggal Setelah Salat Subuh
(Foto: Instagram)

“Aku kenal sosok almarhum @furkan_brandalz_ saat kami berada di Puslat Multifungsi Cikeas, Bogor, saat seleksi FPU 8. Sempat berpetualang menggunakan sepeda motor berdua dari Cikeas ke Jakarta. Padahal kami tidak tahu seluk-beluk kota Jakarta. Setiap adzan berkumandang, beliau pasti minta berhenti untuk salat. Orangnya sangat rendah hati,” tulisnya dalam akun Facebook-nya sebagai komentar atas unggahan Brigjen Pol Krishna Murti.

Salat subuh itu ia jalankan hingga selesai. Tidak lama setelah salat subuh inilah, tepatnya pukul 05.00 WITA, peristiwa kelabu itu terjadi.

“Tak berselang lama, Furkan mengalami kejang-kejang dan terjatuh. Istrinya yang melihat itu kemudian menelepon keluarga mereka,” kata Kombes Jules Abraham Abast, Kepala Bidang Humas Polda NTT, seperti dilansir kompas.com.

Oleh keluarganya, Furkan dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut. Namun, dalam perjalanan itu, ia meninggal dunia. Pada pukul 06.30 WITA, jenazahnya dibawa ke rumah orang tuanya di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Setelah disalatkan, jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dharma Loka Kupang.

Dua Minggu
Kepergian Brigadir Furkan yang begitu mendadak adalah sebuah kehilangan yang besar untuk Polda NTT. Jajaran Polda NTT tidak menyangka bahwa lelaki yang sehat dan hidup teratur itu akan pergi secepat itu. “Kami sangat berduka,” desah Kombes Jules.

Sejak hari itu, tidak ada lagi polisi muda yang mengajar polisi-polisi lainnya untuk mengaji. Sejak hari itu, tidak ada lagi polisi muda yang memberikan tausiah kepada para Brimob.

“Dia ngajinya pintar. Suaranya bagus. Dia sering mengajar ngaji polisi-polisi rekan-rekan Brimobnya di Sat Brimob Polda NTT. Dia sering memberikan tausiah,” katanya.

Ajudan Kapolda NTT yang Meninggal Setelah Salat Subuh
(Foto: Dok. Facebook)

Dengan meninggalnya Furkan, Polda NTT sudah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Lelaki yang menjadi anggota polisi sejak 2008 lalu ini adalah salah satu polisi teladan. Selama setahun, ia bertugas di Sudan sebagai anggota FPU, polisi perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Pada awal 2017 lalu, ia kembali ke tanah air.

“Dia anggota yang bisa jadi contoh. Makanya kemarin dia kami ajukan jadi ajudan. Karena kami anggap dia bisa jadi contoh,” kata Kasat Brimob Polda NTT, Kombes Pol Yopie Sepang.

Ternyata perjalanan Brigpol Furkan sebagai ajudan Kapolda NTT, Irjen Polisi Raja Erizman, ini tidak lama. Sangat singkat. Hanya sekitar 2 minggu.

Selamat jalan, Brigadir. Semoga engkau beristirahat dengan tenang dan amal ibadahmu diterima Tuhan.

Baca juga : Menyayat Hati: Curahan Hati Istri Brigadir Furkan, Ajudan Kapolda NTT yang Meninggal Setelah Salat Subuh

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
1
wow
0
sad
0
angry