5 Kendala Pembayaran Tunai yang Sering Terjadi Saat Event Ramai

kendala pembayaran tunai
(Ilustrasi: magnific)

Event yang sukses dan ramai pengunjung adalah event yang diharapkan oleh event organizer (EO) dan tenant. Banyaknya pengunjung membuka peluang bagi tenant untuk meningkatkan penjualan. Makin tinggi penjualan, makin besar omzet.

Untuk bisa membuat sebuah event sukses dan ramai pengunjung, ada banyak hal yang harus diperhatikan, baik oleh EO maupun oleh tenant. Salah satunya adalah proses pembayaran. EO dan tenant harus bisa memastikan proses pembayaran dapat berjalan dengan cepat dan lancar. 

Ketika banyak pelanggan yang datang, sangat mungkin terjadi bahwa banyak transaksi terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan. Jika pembayaran masih mengandalkan uang tunai, tenant perlu menyiapkan uang kembalian, menghitung uang yang diterima, hingga memastikan setiap transaksi tercatat dengan benar. Saat event sedang ramai, proses tersebut dapat memakan waktu lebih lama. Apalagi jika harus dilakukan untuk setiap transaksi. Antrean bisa semakin panjang. 

Apa Saja Kendala Menggunakan Uang Tunai saat Event Ramai?

Bagi EO, kelancaran transaksi menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan agar setiap transaksi bisa berjalan dengan baik. Ketika pembayaran dilakukan secara tunai, ada beberapa kendala yang muncul:

1. Tenant harus menyiapkan uang kembalian

Pembayaran tunai membuat tenant perlu menyediakan uang kembalian dalam jumlah yang cukup. Kalau uang kembalian habis, tenant perlu mencari atau menukar uang terlebih dahulu. Kondisi ini tentu cukup merepotkan, terutama saat event sedang ramai. 

2. Antrean pelanggan bisa semakin panjang

Saat event ramai, para pengunjung dapat melakukan transaksi dalam waktu yang hampir bersamaan. Pembayaran tunai memaksa tenant membutuhkan waktu untuk menghitung uang, menyiapkan kembalian, dan mencatat transaksi. Hal ini membuat waktu pelayanan bisa semakin lama dan antrean pun semakin panjang. 

3. Human error

Saat event ramai, tenant perlu menghitung uang yang diterima dan kembalian dengan cepat. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya kesalahan saat menghitung nominal atau memberikan uang kembalian. Jika terjadi kesalahan, jumlah uang yang diterima bisa tidak sesuai dengan total transaksi dan menyebabkan kerugian.

4. Ada risiko pedagang menerima uang palsu

Saat event ramai, tenant perlu melayani pelanggan dengan cepat. Dalam keadaan seperti ini, tenant sulit memastikan apakah uang yang diterima adalah palsu atau tidak. Jika uang palsu tidak diketahui saat transaksi berlangsung, kerugian baru bisa terlihat ketika tenant menghitung kembali uang hasil penjualan. 

5. Rekap transaksi bisa menjadi pekerjaan tambahan

Setelah event selesai, tenant perlu menghitung kembali jumlah transaksi dan hasil penjualan. Jika transaksi selama event masih dicatat secara manual, tenant perlu mencocokkan catatan dengan uang yang diterima. Semakin banyak transaksi yang terjadi, semakin banyak pula data yang perlu diperiksa. Bagi tenant, proses ini dapat menjadi pekerjaan tambahan setelah event berakhir.

Pembayaran Digital Menjadi Solusi!

kendala pembayaran tunai
(Ilustrasi: magnific)

Jika EO dan tenant hanya mengandalkan uang tunai, proses transaksi akan membutuhkan waktu lebih lama. Hal ini dapat membuat antrean menjadi lebih panjang dan pengunjung harus menunggu lebih lama. Antrean yang terlalu panjang dapat membuat pelanggan batal membeli atau pengunjung yang baru datang memilih tenant lain. Kondisi ini tentu dapat membuat tenant kehilangan calon pembeli dan mengurangi penjualan selama event.  Oleh karena itu, EO dapat menyediakan metode pembayaran yang lebih praktis bagi pengunjung dan tenant.

Salah satu pilihan yang dapat disediakan adalah QRIS. Tenant cukup memajang atau menempelkan stiker QRIS di area kasir, kemudian pengunjung dapat memindainya melalui m-banking atau e-wallet yang mereka gunakan. Dengan begitu, proses pembayaran dapat berlangsung lebih cepat, terutama saat event sedang ramai. 

Kelola Pembayaran dalam Event-mu dengan QRIS dari YUKK Payment Gateway

Untuk mendukung kelancaran event, YUKK Payment Gateway menyediakan QRIS yang dapat digunakan tenant untuk menerima pembayaran digital. QRIS dapat dipajang atau ditempelkan di area pembayaran sehingga pengunjung dapat langsung memindainya saat melakukan transaksi. Setelah pembayaran dilakukan, tenant juga dapat memantau transaksi yang masuk melalui aplikasi YUKK Merchant. Informasi transaksi tersedia secara real-time melalui dashboard dan aplikasi YUKK Merchant.

Dengan adanya QRIS, tenant memiliki pilihan metode pembayaran selain uang tunai yang dapat membantu mempercepat proses transaksi, terutama saat event ramai. Selain itu, transaksi yang masuk dapat dipantau secara real-time melalui YUKK Merchant sehingga tenant lebih mudah memastikan pembayaran sudah diterima atau belum tanpa harus melakukan pencatatan secara manual.

Bagi EO, menyediakan QRIS dari YUKK Payment Gateway juga dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kelancaran transaksi di tenant selama event. Dengan proses pembayaran yang lebih praktis dan transaksi yang lebih mudah dipantau, tenant dapat lebih fokus melayani pengunjung dan menjalankan aktivitas penjualan selama event.

Ingin transaksi di dalam  event-mu lebih praktis? Sediakan QRIS dari YUKK Payment Gateway dalam event berikutnya!